3,5 Juta Kendaraan Diprediksi Tinggalkan Jakarta Saat Mudik Lebaran, Puncak Arus 18 Maret
3,5 Juta Kendaraan Diprediksi Tinggalkan Jakarta Saat Mudik Lebaran, Puncak Arus 18 Maret

FirstIndonesiaMagz.id– Sebanyak sekitar 3,5 juta kendaraan diperkirakan akan keluar dari Jakarta melalui jaringan jalan tol selama periode mudik Lebaran tahun ini. Lonjakan arus kendaraan diprediksi mencapai puncaknya pada Rabu, 18 Maret.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, mengatakan peningkatan volume lalu lintas diperkirakan mulai terlihat sejak Jumat (13/3). Hal ini dipicu oleh dimulainya masa libur panjang yang dimanfaatkan masyarakat untuk mudik lebih awal.

“Diperkirakan ada sekitar 3,5 juta kendaraan yang keluar dari Jakarta. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 Maret. Namun, peningkatan volume kendaraan kemungkinan sudah mulai terlihat sejak Jumat ini karena adanya libur yang cukup panjang,” ujar Rivan dalam konferensi pers di JMTC Jatiasih, Bekasi, Selasa (10/3).

Selain arus mudik, Jasa Marga juga memproyeksikan puncak arus balik Lebaran akan terjadi pada 24 Maret atau H+3 Lebaran. Pada periode tersebut, sebagian besar pemudik diperkirakan mulai kembali ke Jakarta setelah merayakan Idulfitri dan bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman.

Meski demikian, Rivan menilai tidak semua pemudik akan kembali pada waktu yang bersamaan. Sebagian masyarakat diperkirakan masih akan memperpanjang masa libur mereka di daerah sebelum kembali ke ibu kota.

“Puncak arus balik diperkirakan pada 24 Maret atau H+3. Namun ada juga pemudik yang kembali lebih belakangan karena masih ingin melanjutkan silaturahmi dengan keluarga,” jelasnya.

Dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan yang keluar dari Jakarta, pergerakan kendaraan diperkirakan tersebar ke beberapa jalur utama. Sekitar 28 persen kendaraan diprediksi menuju arah barat melalui jalur menuju Merak.

Sementara itu, sekitar 50 persen kendaraan diperkirakan bergerak ke arah timur melalui ruas tol menuju wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah, seperti Tol Cipularang hingga Purbaleunyi. Adapun sekitar 20 persen kendaraan lainnya diperkirakan menuju arah selatan ke kawasan Bogor dan sekitarnya.

“Pergerakan kendaraan dari total 3,5 juta ini memang terbagi. Sekitar 28 persen menuju Merak, 50 persen ke arah timur seperti melalui Cipularang, dan sekitar 20 persen ke arah Bogor,” pungkas Rivan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here