FirstIndonesiaMagz.id– PT Astra International Tbk turut berpartisipasi dalam wawancara penjurian Indonesia Sustainability Award 2026 dengan memaparkan komitmen dan implementasi keberlanjutan yang terintegrasi dalam strategi bisnis group Astra. Dalam kesempatan tersebut, perusahaan menyoroti penguatan ESG (Environmental, Social, Governance) serta pengembangan ekonomi sirkular sebagai bagian dari upaya menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Paparan disampaikan oleh Mohammad Taufan selaku Head of Sustainability Strategic Management dan Bondan Susilo selaku Head of Environment Strategic Management.
Melalui berbagai inisiatif keberlanjutan yang dijalankan di seluruh lini bisnis, Astra menegaskan komitmennya untuk mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan, dan pemegang kepentingan.
Membuka presentasi, Mohammad Taufan menjelaskan bahwa Astra memandang keberlanjutan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari strategi bisnis perusahaan.
“Bagi Astra, sustainability bukan hanya sebuah program, tetapi menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menciptakan nilai jangka panjang dan memastikan pertumbuhan bisnis yang bertanggung jawab,” ujar Taufan.
Menurutnya, implementasi ESG terus diperkuat di seluruh entitas Astra melalui pendekatan yang terukur, mulai dari pengelolaan lingkungan, pengembangan masyarakat, hingga tata kelola perusahaan yang baik.
Astra juga terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendorong inovasi dan menciptakan dampak yang lebih luas dalam mendukung agenda keberlanjutan nasional.
Salah satu fokus utama yang dipaparkan adalah pengembangan ekonomi sirkular yang menjadi bagian penting dari strategi keberlanjutan Astra. Perusahaan melihat ekonomi sirkular sebagai pendekatan untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya sekaligus mengurangi timbulan limbah melalui pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai ekonomi.
Astra mengembangkan proyek ekonomi sirkular yang berfokus pada penguatan ekosistem yang sudah ada sekaligus membuka peluang pengembangan ekosistem baru bersama berbagai perusahaan dalam Grup Astra.
Program ini sejalan dengan prioritas ekonomi sirkular nasional yang mencakup lima sektor utama, yaitu limbah elektronik, limbah makanan, limbah plastik ritel, limbah tekstil, dan limbah konstruksi.
Bondan Susilo menjelaskan bahwa Astra saat ini telah mengembangkan berbagai ekosistem ekonomi sirkular yang berfokus pada material dengan potensi daur ulang tinggi.
“Circular economy kami dorong bukan hanya untuk mengelola limbah, tetapi juga untuk menciptakan nilai baru dari material yang sebelumnya dianggap sebagai akhir dari siklus penggunaan. Kami juga melihat banyaknya material yang selama ini berakhir sebagai limbah sebenarnya masih memiliki nilai ekonomi yang tinggi apabila dikelola dengan pendekatan yang tepat” jelas Bondan.
Ia menjelaskan bahwa limbah baterai mengandung material bernilai tinggi yang dapat didaur ulang, sementara limbah logam dari proses produksi memiliki potensi besar untuk kembali dimanfaatkan dalam rantai pasok industri. Demikian pula limbah karet dari ban bekas dan komponen plastik otomotif yang dapat diolah kembali menjadi bahan baku baru.
“Tujuan kami adalah mengubah paradigma dari waste menjadi resource sehingga penggunaan material baru dapat ditekan dan emisi yang dihasilkan dari proses produksi juga dapat berkurang,” tambahnya.
Dalam pemaparannya, Bondan juga menjelaskan pengembangan ekosistem plastik sebagai salah satu proyek strategis ekonomi sirkular Astra.
Program ini bertujuan membangun sistem pengumpulan, pengolahan, dan pemanfaatan kembali material plastik melalui kolaborasi antarperusahaan dalam Grup Astra dan berbagai mitra daur ulang.
Astra mengembangkan beberapa pendekatan daur ulang plastik, antara lain:
- Mechanical Recycling, yaitu proses pembentukan ulang material menggunakan tekanan dan panas.
- Chemical Recycling, yaitu pemecahan struktur polimer menjadi monomer melalui katalis atau panas.
- Thermal Recycling, yaitu pemanfaatan material plastik menjadi bahan bakar atau bahan baku baru melalui proses termal.
“Kami ingin memastikan material plastik tetap berada dalam siklus ekonomi selama mungkin sehingga kebutuhan terhadap bahan baku virgin dapat terus ditekan,” jelas Bondan.
Menurutnya, pendekatan tersebut juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya.
Selain aspek lingkungan, Astra juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjalankan agenda keberlanjutan. Keberhasilan implementasi ESG memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, baik internal perusahaan maupun mitra eksternal.
Astra terus mendorong sinergi antarperusahaan dalam grup untuk memperkuat implementasi ESG sekaligus mempercepat pengembangan inovasi yang mendukung ekonomi rendah karbon.
Melalui pengembangan ekosistem ekonomi sirkular, optimalisasi pemanfaatan sumber daya, serta penguatan praktik ESG di seluruh lini bisnis, PT Astra International Tbk menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi menuju ekonomi yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.
Menutup sesi wawancara penjurian, Bondan Susilo menyampaikan apresiasi kepada dewan juri dan panitia Indonesia Sustainability Award 2026 atas kesempatan serta berbagai masukan yang diberikan kepada Astra selama proses penjurian berlangsung.
“Terima kasih kepada Ibu dan Bapak dewan juri beserta panitia. Rasanya ada beberapa masukan yang sangat berharga dan dapat kami tindak lanjuti ke depannya,” ujar Bondan.
Ia menegaskan bahwa berbagai insight yang diperoleh selama sesi wawancara akan menjadi bahan evaluasi sekaligus penyempurnaan implementasi keberlanjutan di lingkungan Astra Group.
“Masukan-masukan tersebut tentu menjadi pembelajaran bagi kami untuk terus melakukan perbaikan dan pengembangan program sustainability yang lebih baik lagi di masa mendatang. Tentunya perusahaan ini akan terus berkarya dan menjaga keberlanjutannya. Kami juga menyiapkan para future leaders yang nantinya akan melanjutkan komitmen dan perjalanan sustainability ini agar terus memberikan manfaat bagi masyarakat, lingkungan, dan bangsa,” tutupnya.
Dengan semangat perbaikan berkelanjutan dan regenerasi kepemimpinan, Astra optimistis dapat terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung pembangunan yang inklusif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan di Indonesia.





























