FirstIndonesiaMagz.id– Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa bahan bakar pesawat (avtur) kini berpotensi diproduksi dari minyak jelantah sebagai bagian dari upaya pengembangan energi bersih dan terbarukan. Pernyataan tersebut disampaikan saat peresmian pabrik kendaraan listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4).
Menurut Prabowo, limbah minyak goreng yang selama ini kurang dimanfaatkan dapat diolah menjadi avtur, membuka peluang besar bagi pemanfaatan sumber energi alternatif. Ia menekankan bahwa produksi avtur tidak lagi harus bergantung pada minyak bumi yang merupakan energi fosil, tetapi bisa berasal dari bahan baku lain seperti kelapa sawit.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan pentingnya transisi dari energi berbasis karbon menuju energi yang lebih ramah lingkungan. Meski energi fosil masih dibutuhkan untuk kepentingan strategis, penggunaannya perlu dibatasi secara bertahap. Indonesia, dengan sumber daya kelapa sawit yang melimpah, dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan bioavtur sebagai solusi energi masa depan.
Dalam rangka mendukung transformasi energi bersih, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya adalah rencana pembangunan pabrik sedan listrik yang ditargetkan mulai produksi massal pada tahun 2028.
Selain itu, pemerintah juga mencanangkan program elektrifikasi nasional sebesar 100 Gigawatt (GW) dalam dua tahun ke depan. Program ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik berbasis batu bara dan diesel secara bertahap.
Prabowo menambahkan bahwa pemerintah akan segera membangun pusat-pusat pengolahan dan kilang (refinery) guna mendukung produksi energi alternatif. Investasi besar-besaran pun akan digelontorkan untuk mempercepat pengembangan sektor ini.
Langkah-langkah tersebut menunjukkan komitmen Indonesia dalam mendorong kemandirian energi sekaligus mengurangi dampak lingkungan melalui pemanfaatan sumber daya yang lebih berkelanjutan.






































