Banjir Bandang di Lereng Gunung Slamet, Empat Kabupaten Terdampak
Banjir Bandang di Lereng Gunung Slamet, Empat Kabupaten Terdampak

FirstIndonesiaMagz.id– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan rangkaian bencana hidrometeorologi meluas di kawasan lereng Gunung Slamet, Jawa Tengah. Kondisi ini dipicu oleh curah hujan tinggi dengan durasi panjang yang terjadi secara beruntun dalam beberapa hari terakhir.

Dampak bencana tercatat melanda empat kabupaten, yakni Purbalingga, Pemalang, Brebes, dan Tegal. Peristiwa tersebut mengakibatkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, terputusnya akses wilayah, hingga memaksa ratusan warga mengungsi.

Purbalingga: Banjir Bandang Terjang Permukiman

Di lereng timur Gunung Slamet, tepatnya di Kabupaten Purbalingga, hujan deras disertai angin kencang pada Jumat (23/1) memicu banjir bandang di Kecamatan Rembang dan Karangreja. Luapan sungai dari wilayah hulu membawa lumpur, bebatuan, serta kayu yang menerjang permukiman warga di Desa Serang dan Desa Kutabawa, sekaligus menutup akses jalan.

BNPB mencatat satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, satu unit rumah mengalami rusak berat dan satu unit rusak ringan.

Banjir bandang juga mengakibatkan Dusun Gunung Malang dan Dusun Bambangan terisolasi, serta memutus Jembatan Kali Bambangan. Sebanyak 31 kepala keluarga atau 110 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat aman di Desa Kutabawa. Hingga Sabtu siang, hujan lebat dan pemadaman listrik masih menghambat penanganan darurat.

Pemalang: Korban Jiwa dan Jembatan Putus

Sementara di lereng utara Gunung Slamet, wilayah Kabupaten Pemalang, banjir bandang terjadi sejak Jumat sore hingga Sabtu dini hari akibat meningkatnya debit sungai dari kawasan hulu. Bencana ini melanda Desa Gunungsari, Penakir, dan Jurangmangu di Kecamatan Pulosari, serta Desa Sima di Kecamatan Moga.

Dampak yang ditimbulkan antara lain kerusakan empat rumah warga, satu fasilitas ibadah, serta dua jembatan penghubung desa. Selain itu, Jembatan Sungai Reas dilaporkan mengalami kerusakan struktural.

Dalam peristiwa ini, satu orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat, sekitar 22 orang luka ringan, dan 119 warga mengungsi ke Kantor Kecamatan Pulosari.

Brebes: Longsor dan Banjir Rusak Permukiman

Di bagian barat Gunung Slamet, Kabupaten Brebes, hujan lebat disertai angin kencang pada Sabtu (24/1) memicu banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem di Kecamatan Sirampog, Bumiayu, dan Paguyangan.

BNPB mencatat sembilan rumah rusak berat dan hanyut, dua rumah rusak sedang, serta belasan rumah lainnya terdampak. Longsor juga merusak tebing penahan Jalan Provinsi Sirampog–Tuwel dan menyebabkan kerusakan jalan Adisana–Cilibur sepanjang kurang lebih 30 meter.

Tegal: Kawasan Wisata Guci Diterjang Banjir Bandang

Banjir bandang kembali menerjang kawasan Objek Wisata Guci Kabupaten Tegal pada Sabtu dini hari. Luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Gung mengubah alur sungai dan merusak sejumlah fasilitas wisata, seperti Jembatan Jedor, Pancuran 13, Pancuran 5, serta jembatan gantung.

BNPB memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, seluruh aktivitas wisata dihentikan sementara demi menjaga keselamatan pengunjung.

BNPB menegaskan, topografi wilayah yang curam, karakter sungai berhulu pendek, serta tingginya akumulasi curah hujan menjadi faktor utama pemicu bencana. Dalam penanganan darurat, BNPB bersama BPBD setempat melakukan evakuasi warga, pembersihan material, pembukaan akses jalan, serta pengelolaan pengungsian.

Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) turut dilaksanakan sebagai upaya menekan potensi hujan ekstrem lanjutan di wilayah terdampak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here