First Indonesia Magazine- Banjir bandang dahsyat melanda wilayah Nepal di kawasan perbatasan Himalaya dengan Tibet, China. Hingga Kamis (27/8), sedikitnya 162 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara ratusan lainnya masih dalam pencarian.

Dilansir dari Reuters, banjir terjadi setelah material berupa lumpur dan batu dalam jumlah besar runtuh ke sungai dan memicu gelombang banjir yang menerjang permukiman serta lembah-lembah di wilayah terdampak. Tim penyelamat mengerahkan helikopter untuk mencari warga dan wisatawan yang masih hilang.

Bencana tersebut menyebabkan kerusakan luas pada permukiman dan infrastruktur, sekaligus mengganggu akses transportasi dan komunikasi di sejumlah daerah. Wilayah yang terdampak juga dikenal sebagai kawasan wisata dan jalur perjalanan menuju kawasan Himalaya.

Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di tengah medan yang sulit. Otoritas khawatir jumlah korban dapat bertambah karena masih banyak orang yang belum ditemukan. *** (da)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here