FirstIndonesiaMagz.id– Banjir bandang menerjang Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, Rabu (27/5), menyebabkan ratusan rumah warga tertimbun lumpur dan material kayu. Sejumlah rumah dan tempat usaha dilaporkan mengalami kerusakan akibat derasnya arus banjir.
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo yang tiba di lokasi sekitar pukul 03.15 Wita mendapati Desa Didingga menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah.
Pengelola Data Pusdalops PB BPBD Provinsi Gorontalo, Mohamad Nasaru, mengatakan sebagian besar rumah warga di desa tersebut tertutup lumpur pascabanjir.
“Hasil pemantauan kami di Desa Didingga, sebagian besar rumah warga saat ini tertimbun lumpur, sementara beberapa rumah dan tempat usaha warga mengalami kerusakan,” ujar Mohamad Nasaru.
Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Provinsi Gorontalo, banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah Kecamatan Biau pada Selasa (26/5) sejak pukul 15.30 hingga 17.20 WITA.
Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 100 hingga 250 sentimeter dan merendam permukiman warga di sejumlah desa terdampak.
Data sementara BPBD mencatat sedikitnya lima desa terdampak banjir bandang, yakni:
- Desa Bualo: 132 kepala keluarga terdampak
- Desa Didingga: 115 kepala keluarga terdampak
- Desa Biau: 122 kepala keluarga terdampak
- Desa Omuto: 85 kepala keluarga terdampak
- Desa Luhuto: 75 kepala keluarga terdampak
Ratusan rumah warga di desa-desa tersebut turut terdampak banjir dan tertutup material lumpur serta kayu bawaan arus.
Meski kondisi banjir mulai surut, tim BPBD menyebut material lumpur dan potongan kayu masih menutupi rumah warga serta akses jalan di beberapa titik wilayah terdampak.
BPBD Provinsi Gorontalo bersama BPBD Kabupaten Gorontalo Utara saat ini terus melakukan asesmen lapangan dan koordinasi lintas sektor guna mempercepat penanganan bencana.
Upaya yang dilakukan meliputi evakuasi warga, pembersihan rumah dari lumpur, hingga distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak banjir bandang.
Dalam penanganan bencana banjir bandang di Kecamatan Biau, sejumlah unsur diterjunkan ke lokasi, di antaranya BPBD Provinsi Gorontalo, BPBD Kabupaten Gorontalo Utara, Dinas Sosial, Taruna Siaga Bencana (Tagana), TNI/Polri, pemerintah kecamatan dan desa, serta Balai Wilayah Sungai Sulawesi II.
Pemerintah daerah mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan kemungkinan banjir susulan mengingat curah hujan di wilayah Gorontalo masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.





























