Banjir dan Longsor di Kudus, 14.437 Warga Terdampak, Tiga Orang Meninggal Dunia
Banjir dan Longsor di Kudus, 14.437 Warga Terdampak, Tiga Orang Meninggal Dunia

FirstIndonesiaMagz.id– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah menyebabkan 14.437 jiwa terdampak. Bencana tersebut juga menelan tiga korban meninggal dunia.

Kasi Kedaruratan BPBD Kudus, Ahmad Munaji, menyampaikan bahwa total warga terdampak mencapai 4.610 kepala keluarga.

“Jumlah keseluruhan terdampak 4.610 KK atau 14.437 jiwa, dengan korban meninggal dunia tiga orang,” ujar Ahmad Munaji dalam keterangan tertulis, Senin (12/1).

Ia menjelaskan, banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kudus dalam beberapa hari terakhir sehingga menyebabkan sejumlah sungai meluap.

“Curah hujan yang tinggi membuat beberapa sungai di Kudus, seperti Sungai Piji, Dawe, dan Gelis, meluap dan menggenangi permukiman warga,” jelasnya.

Banjir tercatat merendam 6 desa di Kecamatan Mejobo, 2 desa di Kecamatan Kota Kudus, 1 desa di Kecamatan Jekulo, serta 5 desa di Kecamatan Kaliwungu.

Sementara itu, bencana tanah longsor terjadi di beberapa kecamatan. Di Kecamatan Dawe terdapat 24 titik longsor yang tersebar di 10 desa. Kecamatan Gebog mencatat 19 titik longsor di 2 desa, sedangkan Kecamatan Bae terdapat 2 titik longsor di 1 desa.

Terkait korban jiwa, satu di antaranya adalah AW (27), warga Desa Bacin, Kecamatan Bae, yang dilaporkan terseret arus sungai saat debit air meningkat pada Minggu (11/1). Korban lainnya, S (45), warga Desa Menawan, Kecamatan Gebog, meninggal dunia setelah tertimpa material longsor di hari yang sama.

Korban ketiga merupakan seorang anak berinisial INU (5), yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Perak, Desa Karangbener, Kecamatan Bae. Tim SAR menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia.

“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, tertutup lumpur serta ranting-ranting yang terbawa arus,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Semarang, Budiono, dalam keterangan tertulis.

Hingga saat ini, BPBD bersama tim gabungan masih melakukan penanganan darurat, pendataan lanjutan, serta membantu warga terdampak di sejumlah lokasi bencana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here