First Indonesia Magazine – Banjir yang melanda wilayah Hengzhou, Guangxi, Tiongkok selatan, tidak hanya menyebabkan kerusakan pada permukiman dan fasilitas umum, tetapi juga memicu ancaman baru setelah sekitar 800 hingga 900 ekor ular dilaporkan lepas dari sebuah peternakan di Desa Dengwei.
Peristiwa tersebut meningkatkan kewaspadaan masyarakat setempat karena sejumlah ular terlihat berkeliaran di kawasan permukiman yang masih terdampak banjir. Ular-ular yang terlepas diketahui berasal dari berbagai jenis, termasuk beberapa spesies berbisa seperti kobra.
Laporan yang beredar menyebutkan seorang warga sempat menjadi korban gigitan ular dan telah mendapatkan penanganan medis. Hingga kini, petugas masih melakukan upaya pencarian dan penangkapan ular yang tersebar di sejumlah lokasi.
Meski demikian, otoritas setempat menegaskan bahwa sebagian besar ular yang lepas merupakan ular air yang tidak berbisa. Warga tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari area yang masih tergenang, serta segera melapor kepada petugas apabila menemukan ular di lingkungan sekitar.
Banjir yang melanda Guangxi dalam beberapa waktu terakhir telah menyebabkan gangguan di berbagai wilayah, sementara pemerintah daerah terus melakukan penanganan bencana sekaligus memastikan keselamatan warga dari potensi ancaman lanjutan akibat lepasnya ratusan ular tersebut. *** (da)





































