FirstIndonesiaMagz.id– PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan penyesuaian besar terhadap pola operasional perjalanan kereta api menyusul banjir yang melanda sejumlah wilayah kerja. Pada Minggu (18/1), KAI membatalkan total 38 perjalanan kereta api, terutama yang melintas di wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta dan Daop 4 Semarang.
Gangguan operasional ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan genangan air di beberapa titik lintasan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan sehingga sebagian jalur belum dapat dilalui secara aman.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan intensif dan pemeriksaan teknis secara menyeluruh di wilayah terdampak.
“Curah hujan tinggi dan genangan air di lintasan membuat beberapa jalur belum memenuhi standar keselamatan. KAI terus melakukan pengecekan secara ketat untuk memastikan keamanan perjalanan,” ujar Anne dalam keterangan tertulis.
Ia menegaskan, keselamatan penumpang dan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama perusahaan. Seiring bertambahnya titik banjir dan meningkatnya potensi keterlambatan, KAI menerapkan rekayasa pola operasi, mulai dari pengalihan rute, pembatasan kecepatan, hingga pembatalan perjalanan.
“Langkah ini kami ambil untuk meminimalkan risiko keselamatan. Rekayasa operasi dilakukan agar perjalanan kereta api tetap berada dalam kondisi yang aman,” jelasnya.
Sebagai bagian dari upaya penanganan, KAI mengerahkan petugas prasarana dan sarana untuk melakukan normalisasi lintasan, penguatan badan jalan rel, serta pembersihan area terdampak. Selain itu, koordinasi juga dilakukan secara intensif dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, serta instansi teknis terkait guna mempercepat penanganan dampak banjir di sekitar jalur kereta api.
KAI mengimbau para pelanggan untuk terus memantau informasi terbaru melalui kanal resmi perusahaan dan menyesuaikan rencana perjalanan mereka hingga kondisi operasional kembali normal.





























