First Indonesia Magazine – PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali memaparkan transformasi pengelolaan sumber daya manusia (SDM) berbasis teknologi, budaya kerja, dan pengembangan talenta dalam sesi penjurian Human Capital on Resilience Excellence Award (HCREA) 2026 yang diselenggarakan oleh First Indonesia Magazine, Jumat (17/7).
Dalam presentasinya, Bank BPD Bali mengusung tema “Resilient Human Capital Driving Growth in the AI Era”, yang menitikberatkan pada penguatan human capital sebagai fondasi utama dalam menjaga pertumbuhan bisnis di tengah percepatan transformasi digital. Strategi tersebut dijalankan melalui Human Capital Blueprint yang mengintegrasikan pengembangan talenta, budaya kerja, digitalisasi, hingga penerapan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Kepala Divisi Sumber Daya Manusia Bank BPD Bali, Anak Agung Istri Eka Parwita Dewi, menjelaskan bahwa transformasi human capital sejalan dengan peningkatan kinerja perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
“Kinerja tiga tahun terakhir menunjukkan arah yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk menghadapi berbagai dinamika bisnis, perusahaan telah menyusun Human Capital Blueprint sebagai pedoman pengembangan SDM yang selaras dengan strategi korporasi.
“Untuk mengantisipasi seluruh kondisi di lingkungan bisnis kami, kami menurunkannya dalam Human Capital Blueprint,” katanya.
Menurutnya, Human Capital Blueprint Bank BPD Bali dibangun melalui dua pilar utama, yakni Human Capital Strategic yang berfokus pada penyelarasan strategi SDM dengan target bisnis, serta Human Capital Services yang memastikan seluruh layanan SDM berjalan efektif dan memberikan pengalaman terbaik bagi karyawan.
Sementara itu, Officer Pengembangan SDM Bank BPD Bali, Ni Luh Putu Arik Prabayanti, SE, menjelaskan bahwa perusahaan telah membangun sistem talent management yang terstruktur, mulai dari proses rekrutmen, pengembangan kompetensi, hingga suksesi kepemimpinan.
“Seluruh talent management sudah kami buatkan ketentuan, termasuk proses perekrutan karyawan agar berjalan objektif dan sesuai kebutuhan organisasi,” ujarnya.
Ia menuturkan bahwa strategi Human Capital Impact to Business diimplementasikan melalui sejumlah pilar, seperti performance management, talent management, succession planning, learning management system, hingga penguatan budaya perusahaan.
“Dari keseluruhan pilar human capital tersebut, fondasi utamanya adalah budaya kerja yang kami sebut dengan CINTA. Seluruh karyawan harus memiliki nilai-nilai budaya kerja CINTA yang diterapkan di Bank BPD Bali,” katanya.
Budaya kerja CINTA diterapkan melalui pendekatan harmoni spiritual yang dipadukan dengan internalisasi budaya kerja, program change agent, employee engagement, hingga penguatan kepemimpinan. Selain itu, manajemen talenta dijalankan melalui succession planning, career path, talent review, serta berbagai program learning and development seperti e-learning, mentoring, coaching, rotasi jabatan, project assignment, hingga pelatihan berbasis kompetensi.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian Pengembangan dan Manajemen Kinerja Bank BPD Bali, Desak Made Diah Pranawati, memaparkan bahwa transformasi digital terus diperkuat melalui berbagai sistem berbasis teknologi.
“Terkait digital technology, kami telah memiliki SIM SDM dan sejumlah sistem digital lainnya untuk mendukung pengelolaan SDM yang lebih efektif,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, perusahaan juga tengah mempersiapkan implementasi AI dalam berbagai fungsi bisnis dan human capital.
“Terkait AI, kami akan menggunakannya pada SDM BPD Bali melalui aplikasi Harmoniku, Voice AI untuk Call Center, Fraud Detection System (FDS), serta Compliance Management System (CMS). Ke depan, AI juga akan kami terapkan dalam proses rekrutmen karyawan,” jelasnya.
Selain transformasi digital, Bank BPD Bali juga memperkuat implementasi Green Human Resources melalui berbagai kebijakan ramah lingkungan.
“Dalam Green HR kami telah menerapkan penggunaan botol minum bagi karyawan, mematikan komputer saat jam istirahat, serta memanfaatkan panel surya sebagai bagian dari efisiensi energi dan budaya kerja hijau,” katanya.
Sebagai informasi, Human Capital on Resilience Excellence Award (HCREA) 2026 merupakan ajang corporate rating tahunan di bidang human capital yang bertujuan memetakan tantangan sekaligus praktik terbaik pengelolaan SDM di tengah pesatnya transformasi digital. Melalui ajang ini, perusahaan didorong membangun organisasi yang adaptif, tangguh, dan memiliki daya saing global.
HCREA 2026 diselenggarakan oleh First Indonesia Magazine bekerja sama dengan para pakar dan profesional di bidang Human Capital, ICT, riset, dan inovasi. Rangkaian penilaian meliputi presentasi perusahaan, sesi wawancara bersama dewan juri, proses evaluasi, hingga penetapan penerima penghargaan. *** (da)





































