First Indonesia Magazine- Rekaman kamera pengawas (CCTV) memperlihatkan detik-detik mengerikan saat ledakan gas terjadi di sebuah tambang batu bara di China. Dalam video yang beredar, sejumlah pekerja tampak terlempar akibat kuatnya gelombang kejut yang menyapu lorong tambang.
Insiden tersebut terjadi di Tambang Batu Bara Liushenyu, China Utara. Saat ledakan berlangsung, sebanyak 247 pekerja dilaporkan sedang berada di bawah tanah untuk menjalankan aktivitas penambangan.
Otoritas setempat segera mengerahkan tim pencarian dan penyelamatan (SAR) dalam operasi berskala besar guna mengevakuasi korban serta mencari dua pekerja yang masih dinyatakan hilang. Tragedi itu dilaporkan menewaskan sedikitnya 82 orang, menjadikannya salah satu kecelakaan tambang paling mematikan di China dalam lebih dari satu dekade.
Pemerintah China juga membuka penyelidikan untuk mengungkap penyebab ledakan. Hasil investigasi awal menunjukkan perusahaan pengelola tambang, Shanxi Tongzhou Group, diduga melakukan pelanggaran serius terhadap ketentuan operasional. Dugaan tersebut disampaikan oleh pihak berwenang dalam konferensi pers yang disiarkan media pemerintah CCTV.
Insiden ini kembali menyoroti pentingnya penerapan standar keselamatan kerja di sektor pertambangan, mengingat kecelakaan akibat ledakan gas masih menjadi salah satu risiko terbesar dalam aktivitas penambangan bawah tanah. *** (da)





































