Sumber: Unpad

First Indonesia Magazine- Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, hadir sebagai pembicara utama dalam kuliah umum yang diselenggarakan Program Studi Sarjana Terapan (D4) Akuntansi Sektor Publik Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran (Unpad). Mengusung tema “Peran ESG dan Sustainability Reporting dalam Transformasi Layanan Perkeretaapian: Perspektif KAI bagi Akuntansi Sektor Publik”, kegiatan ini memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam transformasi layanan publik.

Dilansir dari unpad.ac.id, dalam paparannya Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa transformasi layanan perkeretaapian yang dilakukan KAI tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan, tetapi juga mengintegrasikan prinsip ESG sebagai bagian dari strategi bisnis berkelanjutan. Sebagai penyedia transportasi publik nasional, KAI berperan mendukung konektivitas wilayah, meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat, sekaligus berkontribusi terhadap pengurangan emisi melalui pengembangan transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Selain membahas implementasi ESG, Bobby juga menguraikan proses penyusunan Sustainability Reporting di lingkungan KAI. Proses tersebut meliputi identifikasi isu material, pengumpulan dan validasi data ESG, pengukuran indikator kinerja, koordinasi lintas unit, hingga publikasi laporan keberlanjutan kepada para pemangku kepentingan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas perusahaan.

Ketua Program Studi D4 Akuntansi Sektor Publik Sekolah Vokasi Unpad, Arie Pratama, mengatakan bahwa tema kuliah umum dipilih untuk menjembatani perkembangan praktik ESG di badan usaha milik negara dengan kebutuhan peningkatan kompetensi mahasiswa di bidang akuntabilitas, tata kelola organisasi, dan pelaporan keberlanjutan.

“Mahasiswa perlu memahami bahwa akuntabilitas organisasi saat ini tidak lagi hanya diukur melalui kinerja keuangan. Aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola menjadi bagian penting dalam menciptakan nilai jangka panjang dan menjaga kepercayaan publik,” ujarnya.

Diskusi juga mengangkat berbagai tantangan dalam implementasi ESG, mulai dari kualitas data, integrasi sistem informasi, kesiapan sumber daya manusia, hingga tuntutan pemenuhan standar pelaporan keberlanjutan yang terus berkembang. Melalui pengalaman praktis yang dibagikan langsung oleh Direktur Utama KAI, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai bagaimana perusahaan besar mengelola risiko, menjaga keberlanjutan bisnis, serta memenuhi tanggung jawab sosial kepada masyarakat. *** (da)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here