FirstIndonesiaMagz.id– Distribusi air bersih kepada pelanggan Perumda Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang sempat mengalami penghentian total pada Senin (9/2) malam. Gangguan tersebut terjadi akibat tercemarnya Sungai Cisadane oleh limbah kimia berbahaya yang dipicu kebakaran gudang bahan kimia di kawasan Serpong.
Direktur Teknik Perumda Tirta Benteng, Joko Surana, menjelaskan bahwa pencemaran membuat air sungai berbau menyengat, berminyak, serta menyebabkan ikan mati mendadak. Kondisi tersebut memaksa pihaknya menghentikan sementara seluruh operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) demi menjaga kualitas air bagi pelanggan.
“Seluruh IPA Perumda Tirta Benteng langsung kami hentikan operasinya sebagai langkah awal,” ujar Joko dalam keterangannya, Selasa (10/2).
Ia menambahkan, pencemaran terdeteksi sekitar pukul 22.00 WIB. Setengah jam kemudian, pihaknya berkoordinasi dengan pengelola Bendung 10 untuk membuka pintu air nomor 9 dan 10 agar aliran limbah dapat segera terdorong ke laut.
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan bahwa pada pukul 00.00 WIB, air sungai sudah tidak lagi terindikasi tercemar bahan kimia maupun berbau menyengat. Pemantauan kualitas air kemudian dilakukan secara ketat setiap 30 menit, baik secara fisika maupun kimia.
“Sekitar pukul 05.00 WIB, kualitas air baku mulai membaik. Setelah itu, operasional IPA kami jalankan kembali secara bertahap,” jelas Joko.
Saat ini, pendistribusian air bersih ke pelanggan di Kota Tangerang dilaporkan telah pulih hingga sekitar 95 persen dan terus dinormalkan. Perumda Tirta Benteng memastikan seluruh air yang kembali disalurkan telah melewati proses pengawasan ketat dan dinyatakan aman.
“Kami pastikan air yang diterima pelanggan dalam kondisi layak digunakan dan tidak tercemar, baik secara fisika maupun kimia,” tegasnya.




























