First Indonesia Magazine– Ekosistem aset kripto di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya minat terhadap instrumen digital. Salah satu tren yang mulai mendapat perhatian adalah tokenisasi real-world assets (RWA), yakni mengubah aset dunia nyata menjadi token digital berbasis blockchain.

Perkembangan tersebut membuka peluang baru bagi investor untuk memperoleh akses terhadap berbagai aset, seperti saham, exchange-traded fund (ETF), indeks, hingga komoditas melalui ekosistem digital. OJK juga menilai tokenisasi RWA berpotensi meningkatkan efisiensi transaksi, likuiditas, serta memperluas akses investasi.

Di Indonesia, Pintu menjadi salah satu platform yang memperluas akses terhadap aset tertokenisasi. Perusahaan mencatat jumlah aset RWA yang tersedia telah mencapai 55 token, meningkat dari empat token saat pertama kali diperkenalkan pada Desember 2025. Pintu menargetkan penambahan hingga sekitar 100 aset tokenisasi dan secara bertahap membuka peluang untuk menghadirkan lebih banyak aset.

Pengembangan tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Ondo Finance. Produk yang tersedia mencakup sejumlah aset keuangan global, termasuk saham, ETF, serta komoditas seperti emas dan perak.

Peningkatan minat terhadap RWA menunjukkan bahwa penggunaan teknologi blockchain mulai berkembang melampaui perdagangan aset kripto konvensional. Tokenisasi juga dinilai dapat mempertemukan aset keuangan tradisional dengan infrastruktur digital.

Meski demikian, perkembangan RWA tetap membutuhkan dukungan regulasi, tata kelola, transparansi, serta perlindungan konsumen. OJK menyebut kesiapan regulasi dan ekosistem menjadi sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan agar tokenisasi aset dapat berkembang secara aman dan berkelanjutan. *** (da)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here