Wawancara Penjurian Indonesia Sustainability Award 2026 Evermos
Wawancara Penjurian Indonesia Sustainability Award 2026 Evermos

FirstIndonesiaMagz.id– Evermos turut berpartisipasi dalam wawancara penjurian Indonesia Sustainability Award 2026 dengan memaparkan strategi keberlanjutan perusahaan yang terintegrasi dalam model bisnis digital berbasis pemberdayaan masyarakat dan ekonomi sirkular.

Paparan disampaikan oleh Andika Dwi Saputra selaku Head of ESG & Sustainability dan didampingi oleh Muhammad Hafizhuddin selaku Impact & Sustainability Officer Evermos.

Membuka presentasi, Andika Dwi Saputra menjelaskan bahwa komitmen keberlanjutan Evermos lahir dari kesadaran perusahaan untuk menjadikan bisnis sebagai sarana menciptakan dampak sosial yang lebih luas.

Evermos membangun platform connected commerce yang menghubungkan UMKM dengan masyarakat di kota-kota tier bawah agar dapat memperoleh penghasilan tambahan tanpa modal besar.

“Kami ingin menjembatani kesenjangan ekonomi melalui akses kewirausahaan digital yang lebih inklusif,” jelasnya.

Selain pertumbuhan bisnis, perusahaan juga menekankan tata kelola, efisiensi operasional, serta pengelolaan limbah yang bertanggung jawab sebagai bagian dari implementasi ESG.

Ekosistem Evermos saat ini telah melibatkan lebih dari 1 juta reseller dari 34 provinsi di Indonesia, dengan lebih dari 200 ribu reseller aktif setiap bulan.

Mayoritas reseller Evermos merupakan perempuan dan kelompok non-fixed income, sehingga platform ini turut menjadi sarana pemberdayaan ekonomi keluarga.

“Sebanyak 89 persen reseller kami adalah perempuan, dan sebagian besar berasal dari kelompok ekonomi non-fixed income. Karena itu, dampak sosial menjadi bagian yang sangat penting dalam pertumbuhan Evermos,” jelas Andika.

Evermos juga menyediakan pelatihan kewirausahaan gratis, baik online maupun offline, sebagai upaya meningkatkan kapasitas reseller dan UMKM.

Hingga 2025, perusahaan telah memberikan lebih dari 7 ribu jam pelatihan dan 72 persen peserta pelatihan berhasil meningkatkan transaksi bisnis mereka.

Rata-rata pendapatan reseller Evermos bahkan mencapai Rp2,5 juta per bulan, mendekati rata-rata pendapatan nasional.

Sebagai bagian dari penguatan rantai pasok berkelanjutan, Evermos menjalankan Supplier ESG Awareness & ESG Assessment Program sejak 2022.

“Kami sadar sebagian besar UMKM belum memiliki kewajiban memahami ESG. Karena itu, Evermos mengambil peran proaktif untuk membantu mereka memahami dan mulai menerapkannya,” papar Andika.

Program penilaian ESG Evermos mengadaptasi metodologi internasional seperti LSEG ESG Scoring Method dan IFC Performance Standards, namun disesuaikan dengan konteks UMKM Indonesia.

Hasil assessment kemudian digunakan untuk mendorong peningkatan praktik keberlanjutan para brand di dalam ekosistem Evermos.

Evermos juga memiliki inovasi program, Evermos Lestari. Evermos Lestari yaitu fitur khusus di platform Evermos untuk menampilkan brand dengan skor ESG terbaik.

Brand dengan kategori hijau mendapatkan visibilitas lebih tinggi melalui banner utama aplikasi dan posisi prioritas di platform Evermos. Selain itu, reseller juga memperoleh tambahan poin reward untuk mendorong penjualan brand tersebut.

Program ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem bisnis yang semakin kompetitif sekaligus bertanggung jawab terhadap aspek lingkungan dan sosial.

Evermos juga memiliki berbagai inisiatif ekonomi sirkular di sektor fashion dan tekstil nasional. Andika menjelaskan bahwa mayoritas produk dalam ekosistem Evermos berasal dari kategori textile-based, sehingga perusahaan melihat pentingnya membangun rantai pasok fashion yang lebih transparan dan berkelanjutan.

“Posisi Evermos di tengah rantai pasok memberi leverage besar. Satu kebijakan sirkular di platform kami dapat berdampak pada ratusan brand, jutaan reseller, dan konsumen sekaligus,” jelasnya.

Program transformasi sirkular Evermos dijalankan melalui lima modul utama:

  • Transparansi & keterlacakan rantai pasok
  • Pengelolaan limbah tekstil
  • Circular design
  • Kemasan berkelanjutan
  • Model bisnis sirkular

Evermos turut mengembangkan berbagai model bisnis sirkular, termasuk:

  • Rental & subscription pakaian pesta
  • Reverse supply chain untuk pengembalian kemasan
  • Fitur “Circular” pada platform untuk produk berlabel sirkular

Selain itu, perusahaan juga berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk:

  • DEG/KfW Group
  • Closed Loop Fashion
  • BINUS University
  • Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
  • Mitra manufaktur dan brand UMKM

Kolaborasi tersebut mendukung pengembangan circular design, integrasi kurikulum ekonomi sirkular, hingga riset pengolahan limbah tekstil.

Menutup sesi wawancara penjurian, Andika Dwi Saputra menyampaikan apresiasi kepada dewan juri atas berbagai masukan dan perspektif baru yang diberikan kepada Evermos selama proses penjurian berlangsung.

“Terima kasih atas seluruh insight dan masukannya. Kami juga mendapatkan banyak sudut pandang baru yang fresh untuk menjadi improvement kami ke depannya,” ujar Andika.

Ia menambahkan bahwa forum seperti Indonesia Sustainability Award menjadi ruang pembelajaran yang penting bagi perusahaan untuk terus memperkuat implementasi ESG dan dampak keberlanjutan yang dijalankan.

“Banyak insight dan masukan yang kami terima hari ini, dan tentunya hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi sekaligus pengembangan bagi kami untuk terus bertumbuh menjadi lebih baik,” tutupnya.

Andika juga menegaskan bahwa Evermos akan terus terbuka terhadap kolaborasi dan pembelajaran dalam membangun ekosistem bisnis digital yang inklusif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here