Harga Plastik Melonjak, Begini Tanggapan Menko Airlangga
Harga Plastik Melonjak, Begini Tanggapan Menko Airlangga

FirstIndonesiaMagz.id– Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menanggapi keluhan para pedagang terkait lonjakan harga plastik yang terjadi belakangan ini. Ia menjelaskan bahwa kenaikan tersebut berkaitan erat dengan dinamika industri bahan baku petrokimia yang bersifat siklikal.

Menurut Airlangga, harga bahan baku plastik memang cenderung berfluktuasi karena mengikuti siklus industri, khususnya sektor petrokimia yang sangat bergantung pada kondisi global.

“Bahan baku plastik itu harganya memang berubah-ubah, karena mengikuti siklus, terutama di sektor petrokimia,” ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (7/4).

Ia menambahkan, pemerintah akan terus memantau perkembangan harga bahan baku tersebut, mengingat plastik merupakan komponen penting dalam sektor kemasan produk.

“Karena plastik banyak digunakan untuk packaging, nanti kita lihat perkembangannya,” imbuhnya.

Di sisi lain, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Maman Abdurrahman, mengakui bahwa kenaikan harga plastik memberikan tekanan langsung terhadap pelaku UMKM.

Ia menyebut pihaknya telah menerima berbagai keluhan dari pelaku usaha, terutama terkait meningkatnya biaya kemasan produk yang menggunakan plastik.

“Kami sudah menerima aspirasi dari pelaku UMKM. Kebutuhan plastik untuk kemasan memang meningkat, dan kami tengah menyiapkan langkah mitigasi,” ujar Maman di Jakarta, Senin (6/4).

Kementerian UMKM juga berencana berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk merumuskan langkah penanganan yang tepat. Namun, pembahasan tersebut masih berada pada tahap awal sehingga belum ada rincian teknis yang dipublikasikan.

Sebagai informasi, harga plastik di dalam negeri dilaporkan mengalami kenaikan signifikan, berkisar antara 30 persen hingga 80 persen. Lonjakan ini dipicu oleh gangguan pasokan bahan baku utama seperti nafta, yang terdampak konflik geopolitik global.

Ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran disebut turut mengganggu distribusi bahan baku turunan minyak bumi tersebut.

Selain itu, kenaikan harga minyak dunia juga memperburuk kondisi, sehingga berdampak langsung pada biaya produksi terutama bagi UMKM yang bergantung pada kemasan plastik dalam operasional usahanya.

Pemerintah kini dihadapkan pada tantangan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi pelaku usaha kecil dari tekanan biaya yang terus meningkat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here