FirstIndonesiaMagz.id, Jakarta— Indonesia Fire Safety Excellence Award (IFSEA) 2026 sukses diselenggarakan pada Jumat (6/3) di Menara Peninsula Hotel, Jakarta. Kegiatan ini merupakan ajang apresiasi nasional yang bertujuan mendorong penerapan sistem keselamatan kebakaran yang unggul, inovatif, dan berkelanjutan di berbagai sektor industri di Indonesia.
IFSEA 2026 diselenggarakan oleh Majalah First Indonesia bekerja sama dengan MPK2I (Masyarakat Profesi Keselamatan Kebakaran Indonesia) serta didukung oleh berbagai asosiasi keselamatan, kementerian, dan lembaga terkait. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kesadaran dan implementasi standar keselamatan kebakaran yang lebih baik di lingkungan industri maupun institusi di Indonesia.
Indonesia Fire Safety Excellence Award (IFSEA) 2026 dirancang sebagai platform pengakuan strategis bagi perusahaan dan institusi yang menunjukkan komitmen nyata dalam melindungi aset perusahaan, menjaga keselamatan jiwa, serta memastikan keberlangsungan operasional bisnis melalui penerapan sistem keselamatan kebakaran yang efektif dan berstandar tinggi.
Lebih dari sekadar penghargaan, IFSEA 2026 juga menempatkan fire safety sebagai bagian penting dari manajemen risiko perusahaan, business continuity, serta tata kelola organisasi yang bertanggung jawab. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan diharapkan tidak hanya berfokus pada pemenuhan aspek kepatuhan teknis, tetapi juga mampu membangun sistem keselamatan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan IFSEA 2026 diawali dengan Fire Safety Hands-On Simulation, yaitu sesi pelatihan yang dirancang untuk memberikan pemahaman secara menyeluruh mengenai keselamatan kebakaran (fire safety), pencegahan risiko kebakaran, serta prosedur tanggap darurat di lingkungan kerja. Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan pengalaman praktis yang dapat meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bahaya kebakaran di lingkungan kerja.
Setelah sesi simulasi, acara dilanjutkan dengan penganugerahan penghargaan kepada sejumlah perusahaan yang dinilai telah menunjukkan komitmen dan praktik terbaik dalam penerapan sistem keselamatan kebakaran di lingkungan operasional mereka.
Kegiatan IFSEA 2026 juga dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah serta pemangku kepentingan di bidang keselamatan kebakaran. Turut hadir Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan ini yang diwakili oleh Bapak Sekretaris Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Dr. Agus Triyono, S.Si., M.Kes..
Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta, yaitu Bapak Syamsul Huda, A.P., M.Si., selaku Kepala Bidang Pencegahan Kebakaran Gulkarmat DKI Jakarta. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan dukungan kuat dari pemerintah dan institusi terkait terhadap upaya peningkatan standar keselamatan kebakaran di Indonesia.

Ketua Penyelenggara IFSEA 2026, Maya Yulianti, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya keselamatan di dunia usaha.
“Melalui IFSEA 2026, kami berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah kolaborasi antara dunia usaha, regulator, dan para praktisi keselamatan kebakaran untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat praktik terbaik, serta mendorong peningkatan standar keselamatan kebakaran di berbagai sektor industri,” ujar Maya Yulianti.
Ia juga menambahkan bahwa IFSEA 2026 tidak hanya memberikan penghargaan, tetapi juga menghadirkan ruang pembelajaran dan benchmarking bagi perusahaan dalam mengembangkan sistem keselamatan kebakaran yang lebih baik.
Sementara itu, Ketua Dewan Juri IFSEA 2026, Supandi Syarwan, menjelaskan bahwa proses penilaian dilakukan melalui beberapa tahapan yang komprehensif guna memastikan kredibilitas dan objektivitas dalam proses seleksi.
“Proses penjurian dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari evaluasi dokumen, penilaian terhadap sistem manajemen keselamatan kebakaran yang diterapkan perusahaan, hingga diskusi penilaian oleh dewan juri sebelum penetapan penerima penghargaan. Kami memastikan bahwa setiap peserta dinilai secara objektif berdasarkan standar dan indikator yang telah ditetapkan,” jelas Supandi Syarwan.
Lebih lanjut, ia berharap penghargaan yang diberikan melalui IFSEA 2026 dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk terus meningkatkan komitmen terhadap penerapan sistem keselamatan kebakaran yang lebih baik.

Melalui rangkaian kegiatan yang meliputi proses penjurian, penilaian oleh dewan juri, hingga tahap final berupa penganugerahan penghargaan, IFSEA 2026 diharapkan dapat menjadi wadah benchmarking nasional, pembelajaran praktik terbaik, serta penguatan kolaborasi antara dunia usaha, regulator, dan para profesional di bidang keselamatan kebakaran.
Dalam konteks penguatan sistem keselamatan kebakaran di dunia industri, IFSEA juga mendorong perubahan paradigma dari sekadar compliance menuju resilience. Pendekatan ini menekankan bahwa penerapan sistem keselamatan kebakaran tidak lagi hanya berhenti pada pertanyaan apakah sistem telah terpasang, tetapi lebih jauh pada sejauh mana sistem tersebut mampu tetap andal dan berfungsi secara efektif ketika terjadi gangguan atau kondisi darurat.
Paradigma ini juga mengajak organisasi untuk tidak hanya berfokus pada pengalaman masa lalu seperti apakah pernah terjadi kebakaran melainkan pada kesiapsiagaan masa depan. Pertanyaan yang lebih relevan bagi setiap organisasi adalah apabila sebuah insiden kebakaran terjadi hari ini, apakah sistem, sumber daya, dan tata kelola organisasi mampu memastikan keberlangsungan operasional pada hari berikutnya.
Lebih dari sekadar ajang penghargaan, IFSEA juga menjadi sebuah refleksi bagi dunia usaha dan institusi. IFSEA bukan hanya kompetisi, melainkan sebuah cermin yang memperlihatkan posisi setiap organisasi dalam perjalanan menuju fire safety excellence.
Melalui proses penilaian dan benchmarking nasional, IFSEA menunjukkan bahwa sebagian organisasi telah berada pada tahap penerapan sistem yang lebih sistematis, sebagian telah mengintegrasikan pendekatan berbasis risiko, dan sebagian lainnya telah mencapai tahap pengelolaan berbasis kinerja. Namun demikian, keunggulan sejati dalam keselamatan kebakaran merupakan sebuah perjalanan berkelanjutan yang menuntut komitmen, inovasi, serta peningkatan standar secara konsisten dari waktu ke waktu.
Penyelenggaraan Indonesia Fire Safety Excellence Award 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperingati Bulan K3 Nasional dan Hari Ulang Tahun Pemadam Kebakaran (Damkar) ke-107 di Indonesia. Momentum ini menjadi pengingat pentingnya peran strategis pemadam kebakaran dalam menjaga keselamatan masyarakat serta mendorong peningkatan kesadaran terhadap penerapan sistem keselamatan kebakaran di berbagai sektor.
Melalui penyelenggaraan IFSEA 2026, diharapkan semangat peringatan HUT Damkar ke-107 tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap dedikasi para petugas pemadam kebakaran, tetapi juga menjadi penguatan komitmen bersama antara dunia usaha, regulator, dan para praktisi keselamatan untuk terus meningkatkan standar fire safety, kesiapsiagaan darurat, serta budaya keselamatan di lingkungan kerja maupun fasilitas publik. Dengan terselenggaranya IFSEA 2026, diharapkan semakin banyak perusahaan dan institusi yang menempatkan keselamatan kebakaran sebagai prioritas strategis dalam pengelolaan risiko dan keberlanjutan operasional perusahaan.
































