First Indonesia Magazine- Indonesia berhasil menandatangani tujuh nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dalam ajang INNOPROM 2026 di Yekaterinburg, Rusia. Kesepakatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kerja sama industri sekaligus membuka akses pasar manufaktur nasional ke kawasan Eurasia.
Menteri Perindustrian menyatakan, penandatanganan tujuh MoU tersebut mencerminkan semakin kuatnya hubungan industri Indonesia dengan mitra internasional, khususnya Rusia dan negara-negara Eurasia. Kerja sama yang dijalin mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari pengembangan kawasan industri, manufaktur, investasi, hingga transfer teknologi.
Partisipasi Indonesia sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026 dimanfaatkan untuk memperluas jejaring bisnis dan investasi. Dalam pameran industri terbesar di kawasan Eurasia tersebut, Indonesia membawa puluhan pelaku industri dan institusi nasional guna mempromosikan produk manufaktur, potensi investasi, serta peluang kolaborasi dengan mitra global.
Selain penandatanganan MoU, berbagai agenda seperti business matching, forum bisnis, dan pertemuan bilateral juga digelar untuk mempercepat realisasi investasi serta kerja sama produksi bersama. Pemerintah berharap hasil kesepakatan yang dicapai tidak berhenti pada tahap penandatanganan, tetapi berlanjut menjadi proyek nyata yang mampu meningkatkan daya saing industri nasional.
Melalui keikutsertaan dalam INNOPROM 2026, pemerintah menargetkan terbukanya peluang ekspor yang lebih luas ke kawasan Eurasia, meningkatnya investasi sektor manufaktur, serta terwujudnya alih teknologi yang dapat mendukung transformasi industri Indonesia menuju industri yang lebih modern dan berdaya saing global. *** (da)


































