FirstIndonesiaMagz.id– Insiden anjloknya Kereta Api Menoreh di wilayah Kabupaten Cirebon tidak hanya mengakibatkan kerusakan pada sarana perkeretaapian, tetapi juga menyebabkan tiga orang mengalami luka-luka. Dua korban merupakan kru kereta api, yakni masinis dan asisten masinis, sementara satu korban lainnya adalah sopir truk tangki air yang tertemper kereta.
Vice President PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 3 Cirebon, Sigit Winarto, memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Asisten masinis mengalami luka cukup serius berupa patah tulang pada bagian kaki. Sementara itu, masinis menderita patah tulang rusuk dan telah dirawat di RSUD Waled.
Selain kru kereta, sopir truk tangki air bernama Abi Eko, warga Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, juga mengalami luka akibat kecelakaan tersebut. Sopir truk bernomor polisi E 9877 A itu langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk memperoleh perawatan.
Kecelakaan terjadi pada Rabu (21/1) sekitar pukul 02.47 WIB. Saat itu, KA Menoreh dengan relasi Semarang Tawang–Pasar Senen menabrak sebuah truk tangki air yang berada di jalur perlintasan. Benturan keras menyebabkan lokomotif anjlok sebanyak tiga as atau satu bogie.
Meski insiden berlangsung hebat, seluruh penumpang KA Menoreh dipastikan selamat. Pada saat kejadian, tingkat keterisian penumpang tercatat sekitar 31 persen. Setelah penanganan awal di lokasi, perjalanan kereta dilanjutkan.
Proses evakuasi lokomotif berlangsung cukup lama. Alat berat berupa railway crane baru berhasil mengangkat lokomotif sekitar pukul 09.20 WIB. Selanjutnya, rangkaian ditarik menuju Stasiun Waruduwur untuk penanganan lebih lanjut.
Pascaevakuasi, jalur rel di petak Waruduwur–Babakan telah kembali dapat dilalui. Namun, khusus jalur hilir arah Jakarta masih diberlakukan pembatasan kecepatan maksimal 40 kilometer per jam. Kebijakan ini diterapkan karena ditemukan sejumlah bantalan rel yang rusak dan masih memerlukan perbaikan lanjutan.
Hingga kini, PT KAI bersama pihak terkait masih melakukan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan keselamatan perjalanan kereta api serta mengusut penyebab pasti kecelakaan tersebut.





























