Wawancara Penjurian Indonesia Sustainability Award 2026 PT Kalbe Farma Tbk
Wawancara Penjurian Indonesia Sustainability Award 2026 PT Kalbe Farma Tbk

FirstIndonesiaMagz.id– Pada Kamis (7/5), PT Kalbe Farma Tbk telah mengikuti kegiatan wawancara penjurian Indonesia Sustainability Award (ISA) 2026. PT Kalbe Farma Tbk menegaskan komitmennya terhadap implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui berbagai program keberlanjutan yang terintegrasi dengan bisnis dan kebutuhan masyarakat. Paparan dalam wawancara kali ini disampaikan oleh Abi Nisaka selaku Head of Corporate Sustainability dan Arie Wibowo selaku Corporate Sustainability Assistant Manager.

Dalam pemaparannya, Abi Nisaka menjelaskan bahwa Kalbe memandang keberlanjutan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari misi perusahaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kami mengelola perusahaan dengan orientasi dampak jangka panjang bagi konsumen dan masyarakat, melalui ekosistem kesehatan yang terintegrasi dan akses yang lebih luas untuk kehidupan yang lebih baik,” ujar Abi.

Sebagai perusahaan kesehatan yang berdiri sejak 1966, Kalbe saat ini memiliki lebih dari 16 ribu karyawan, 24 fasilitas manufaktur, serta distribusi produk di 48 negara.

Abi menegaskan bahwa ESG di Kalbe tidak hanya berfokus pada kepatuhan, tetapi juga bagaimana perusahaan dapat membentuk masa depan layanan kesehatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Salah satu fokus utama presentasi adalah program Desa Pandawa Lima (Desa Pancasilais, Damai, Berwawasan Lingkungan, dan Mandiri) yang dijalankan di Kecamatan Baturetno, Wonogiri, Jawa Tengah. Program ini dikembangkan sebagai solusi atas tantangan kekeringan dan keterbatasan akses air bersih di wilayah karst Pegunungan Seribu.

Arie Wibowo menjelaskan bahwa program ini dibangun dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis keberlanjutan.

“Kami tidak hanya membangun fasilitas, tetapi membangun kemandirian masyarakat agar program dapat terus berjalan dan berkembang,” jelas Arie.

Program Desa Pandawa Lima mencakup berbagai inisiatif, antara lain pembukaan akses air bersih, pengolahan sampah berbasis lingkungan, pengembangan akses biogas serta penyediaan fasilitas air minum Reverse Osmosis (RO).

Melalui program akses air bersih, Kalbe membentuk paguyuban masyarakat yang mengelola distribusi air secara mandiri. Selain meningkatkan akses terhadap kebutuhan dasar, program ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Pada program biogas, limbah ternak yang sebelumnya hanya digunakan sebagai pupuk kini diolah menjadi sumber energi alternatif bagi warga desa.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap program memberikan manfaat lingkungan sekaligus manfaat ekonomi dan sosial,” ujar Abi.

Sementara itu, program pengolahan sampah berbasis lingkungan memanfaatkan limbah organik sebagai pakan maggot guna mengurangi beban sampah yang berakhir di TPA.

Kalbe juga mengembangkan fasilitas air RO yang dikelola masyarakat melalui Paguyuban Tirta Manunggal sebagai model kemandirian penyediaan air minum layak konsumsi.

Dalam aspek tata kelola, Kalbe terus memperkuat sistem sustainability governance melalui strategi, KPI, pelaporan keberlanjutan, serta pembentukan tim lintas fungsi yang mendukung implementasi ESG.

Abi menjelaskan bahwa perusahaan juga secara aktif memperbarui komitmen terhadap berbagai standar internasional, termasuk business ethics, code of conduct, dan whistleblowing system.

“Bagi kami, keberlanjutan harus didukung tata kelola yang kuat agar seluruh program dapat berjalan konsisten dan kredibel,” ungkap Abi.

Kalbe juga telah memperoleh berbagai pengakuan ESG, termasuk MSCI ESG Rating AA dan Sustainalytics Medium Risk.

Menutup sesi pemaparan, Abi Nisaka selaku Head of Corporate Sustainability menegaskan bahwa komitmen keberlanjutan Kalbe Farma tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada dampak sosial dan lingkungan yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.

“Untuk kesehatan Indonesia, Kalbe selalu mempertimbangkan berbagai sisi. Kami tidak sepenuhnya menjalankan inisiatif hanya untuk bisnis semata, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan lingkungan. Karena bagi kami, keberlanjutan harus mampu memberikan manfaat yang seimbang bagi masyarakat, lingkungan, dan perusahaan,” ujar Abi.

Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut menjadi landasan Kalbe dalam mengembangkan berbagai program ESG yang terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat serta tantangan kesehatan di masa depan.

“Kami percaya bahwa kesehatan yang lebih baik tidak dapat dicapai tanpa lingkungan yang terjaga dan masyarakat yang berdaya. Oleh karena itu, ESG akan terus menjadi bagian penting dalam perjalanan Kalbe ke depan,” tutupnya.

Melalui pendekatan berbasis kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan tata kelola yang kuat, PT Kalbe Farma Tbk menunjukkan bagaimana sektor kesehatan dapat menjadi penggerak utama keberlanjutan di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here