First Indonesia Magazine- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian batik asli Indonesia melalui penyelenggaraan Puspa Nuswantara 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap batik tulis dan batik cap yang dibuat oleh para perajin dalam negeri.
Kemenperin menilai keberadaan kain bermotif batik hasil produksi massal menjadi tantangan bagi industri batik nasional. Karena itu, masyarakat diharapkan semakin memahami perbedaan antara batik autentik dan kain bermotif batik sehingga dapat memberikan dukungan kepada para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) batik.
Selain menggelar ajang promosi seperti Puspa Nuswantara 2026, Kemenperin juga terus memperkuat daya saing IKM batik melalui berbagai program pembinaan, mulai dari peningkatan kualitas produk, sertifikasi Batikmark, hingga perluasan akses pasar. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan industri batik sekaligus memperkuat posisinya sebagai warisan budaya Indonesia yang diakui dunia. **” (da)





































