Longsor Gunungan Sampah di Cebu Filipina, Dua Tewas, Puluhan Pekerja Masih Hilang
Longsor Gunungan Sampah di Cebu Filipina, Dua Tewas, Puluhan Pekerja Masih Hilang

FirstIndonesiaMagz.id– Pemerintah Filipina terus melanjutkan operasi pencarian korban longsoran gunungan sampah di sebuah fasilitas pembuangan akhir di Kota Cebu. Hingga Jumat waktu setempat, bencana tersebut telah menewaskan sedikitnya dua orang, melukai belasan lainnya, dan menyebabkan puluhan pekerja dinyatakan hilang.

Longsoran yang terdiri dari tumpukan sampah, tanah, serta puing bangunan itu terjadi di Desa Binaliw, Kota Cebu. Material longsor menimpa sejumlah bangunan di area fasilitas pengelolaan sampah dan menjebak para pekerja yang sedang berada di lokasi.

Sepanjang malam, tim penyelamat berhasil mengevakuasi 13 orang dalam keadaan hidup. Namun, salah satu korban yang sempat diselamatkan dilaporkan meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit. Beberapa jam kemudian, satu jenazah lainnya kembali ditemukan di bawah timbunan longsoran.

Hingga saat ini, sekitar 36 orang masih diduga terperangkap. Seluruh korban yang tewas maupun yang dilaporkan hilang merupakan pekerja di tempat pembuangan dan fasilitas pengolahan sampah tersebut.

Direktur Kepolisian Regional, Brigadir Jenderal Roderick Maranan, mengatakan kepada Associated Press bahwa seorang pekerja perempuan yang berhasil dikeluarkan dari timbunan longsor mengembuskan napas terakhir di perjalanan menuju rumah sakit.

“Sementara korban lainnya selamat dengan berbagai luka dan kini mendapatkan perawatan medis,” ujar Maranan, Sabtu (10/1).

Wali Kota Cebu, Nestor Archival, mengonfirmasi bahwa korban meninggal kedua adalah seorang insinyur berusia 25 tahun yang bekerja di fasilitas tersebut. Jenazahnya berhasil dievakuasi pada Jumat sore.

Pemerintah Kota Cebu bersama Kantor Pertahanan Sipil menegaskan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan akan terus dilakukan tanpa batas waktu. Fasilitas tersebut diketahui mempekerjakan sekitar 110 orang.

“Seluruh tim tanggap darurat tetap bekerja penuh untuk menemukan para korban yang masih hilang dengan mematuhi protokol keselamatan secara ketat,” ujar Archival dalam pernyataan resminya.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah kota berkomitmen memastikan proses berjalan transparan dan akuntabel, serta memberikan dukungan maksimal dan penuh empati kepada keluarga korban.

Foto-foto yang dirilis otoritas memperlihatkan tim penyelamat menggunakan alat berat untuk menyingkirkan puing-puing bangunan yang hancur. Atap seng tampak terpelintir, sementara rangka besi terlihat bengkok akibat tertimbun longsoran.

Di sekitar lokasi kejadian, keluarga korban menunggu dengan cemas. Sejumlah kerabat terlihat menangis dan memohon kepada petugas agar pencarian dapat dipercepat.

Menurut Maranan, salah satu bangunan yang tertimbun longsor merupakan gudang tempat para pekerja memilah sampah daur ulang dan limbah lainnya.

Tempat pembuangan sampah terbuka memang давно menjadi persoalan keselamatan dan kesehatan di berbagai wilayah Filipina, khususnya di kawasan dekat permukiman miskin. Di area-area tersebut, warga kerap mencari barang bekas dan sisa makanan dari tumpukan sampah, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

Filipina pernah mengalami tragedi serupa pada Juli 2000, ketika gunungan sampah besar di kawasan permukiman kumuh di pinggiran Kota Quezon, wilayah metropolitan Manila, runtuh setelah beberapa hari hujan lebat. Peristiwa itu memicu kebakaran, menewaskan lebih dari 200 orang, menyebabkan banyak lainnya hilang, serta menghancurkan puluhan gubuk warga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here