Mayoritas Warga AS Dukung Pemakzulan Donald Trump
Mayoritas Warga AS Dukung Pemakzulan Donald Trump

FirstIndonesiaMagz.id– Mayoritas warga Amerika Serikat dilaporkan mendukung pemakzulan Presiden Donald Trump. Dukungan ini muncul di tengah kritik terhadap kebijakan luar negeri Trump, khususnya terkait konflik dengan Iran serta sejumlah keputusan kontroversial lainnya.

Berdasarkan survei yang dirilis pada 8 April 2026 lalu, sebanyak 52 persen pemilih terdaftar menyatakan setuju Trump dimakzulkan, sementara 40 persen lainnya menolak gagasan tersebut.

Jajak pendapat ini melibatkan 790 responden dan diprakarsai oleh dua organisasi advokasi, yakni Impeach Trump Again dan Free Speech for People, yang dikenal kritis terhadap kebijakan Trump, terutama terkait Iran.

Survei tersebut dipimpin oleh Presiden Free Speech for People, John Bonifaz, bekerja sama dengan lembaga jajak pendapat yang dipimpin oleh Celinda Lake. Margin kesalahan dalam survei ini berada di angka 3,9 persen.

Bonifaz menyebut hasil ini sebagai sesuatu yang tidak biasa terjadi pada awal masa jabatan seorang presiden.

Menariknya, dukungan terhadap pemakzulan tidak hanya datang dari pemilih Partai Demokrat. Survei tersebut juga menemukan bahwa sekitar satu dari tujuh pemilih Partai Republik turut mendukung langkah pemakzulan terhadap Trump.

Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran sikap politik di kalangan pemilih Amerika, bahkan lebih cepat dibandingkan masa pemerintahan Richard Nixon, yang sebelumnya juga menghadapi tekanan pemakzulan.

Trump sendiri bukan pertama kali menghadapi upaya pemakzulan. Pada masa jabatan pertamanya, ia telah dua kali dimakzulkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat, meski kemudian lolos setelah Senat menolak kedua upaya tersebut.

Saat ini, tekanan kembali meningkat setelah kebijakan dan retorika Trump terhadap Iran sejak akhir Februari 2026 menuai kecaman luas, termasuk dari kalangan legislator.

Salah satu suara keras datang dari anggota Kongres, Alexandria Ocasio-Cortez. Ia menegaskan bahwa pengumuman gencatan senjata tidak menghapus kekhawatiran atas kebijakan Trump.

Menurutnya, ancaman terhadap Iran tetap berbahaya dan berpotensi membawa dampak besar secara global.

“Kita tidak bisa terus mempertaruhkan dunia dan kesejahteraan negara kita,” ujarnya.

Ocasio-Cortez juga menekankan bahwa presiden harus dicopot dari jabatannya, baik melalui mekanisme kabinet maupun Kongres, demi mencegah risiko yang lebih besar.

Sejumlah anggota legislatif dari Partai Demokrat sebelumnya juga telah menyerukan pemakzulan Trump, terutama terkait sikap agresifnya terhadap Iran.

Meskipun kini telah tercapai gencatan senjata sementara, sebagian besar dari mereka menilai bahwa langkah tersebut tidak cukup untuk meredakan kekhawatiran terhadap kebijakan Trump secara keseluruhan.

Dukungan mayoritas terhadap pemakzulan mencerminkan meningkatnya ketegangan politik di Amerika Serikat. Situasi ini berpotensi memicu perdebatan panjang di Kongres, sekaligus menjadi ujian besar bagi stabilitas pemerintahan Trump ke depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here