First Indonesia Magazine- PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Industri Kereta Api (Persero) resmi memulai proses integrasi sebagai langkah awal menuju merger kedua perusahaan. Kick off integrasi yang digelar pada Senin (21/7) menjadi tonggak penting dalam upaya membangun ekosistem industri perkeretaapian nasional yang lebih kuat dan terintegrasi.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Danantara Asset Management, direksi KAI dan INKA, tim Project Management Office (PMO), serta konsultan yang akan mendampingi proses integrasi.
Melalui penggabungan ini, KAI akan berperan sebagai perusahaan induk (holding), sementara INKA menjadi subholding yang berfokus pada pengembangan industri manufaktur sarana perkeretaapian. Sinergi tersebut diharapkan mampu menyelaraskan kebutuhan operasional KAI dengan kapasitas produksi INKA sehingga pengadaan sarana kereta dapat dilakukan secara lebih efisien dan terencana.
Integrasi ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung kemandirian industri nasional. Salah satu targetnya adalah memenuhi kebutuhan sekitar 156 rangkaian kereta rel listrik (KRL) hingga 2040 melalui peningkatan kemampuan produksi dalam negeri.
Selain memperkuat rantai pasok industri perkeretaapian, proses merger diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, mendorong inovasi, serta memperkuat daya saing sektor transportasi berbasis rel di Indonesia. Danantara menegaskan bahwa keberhasilan integrasi membutuhkan kesamaan visi, kolaborasi yang erat, dan orientasi pada pelayanan terbaik bagi masyarakat. *** (da)





































