First Indonesia Magazine– Microsoft melalui program Microsoft Elevate telah membekali lebih dari 2,4 juta talenta di Indonesia dengan keterampilan kecerdasan buatan (AI) selama dua tahun terakhir.
Program tersebut juga telah menghasilkan lebih dari 1,5 juta kredensial. Dampaknya turut menjangkau lebih dari 2,5 juta orang melalui keterampilan dan inovasi yang dibagikan para peserta kepada komunitas di sekitarnya.
Microsoft menyebut program ini dijalankan melalui kolaborasi lintas sektor, mencakup pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga pelayanan publik. Pelatihan ditujukan untuk memperluas akses keterampilan AI sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi untuk kebutuhan nyata.
Managing Director Microsoft Indonesia Gunawan Susanto mengatakan, peserta program mencakup guru madrasah di 38 provinsi, penyandang disabilitas, hingga aparatur sipil negara (ASN).
“Bagi Microsoft, kesiapan AI hanya akan bermakna jika aksesnya merata,” ujar Gunawan dalam keterangan resmi, Kamis (24/9).
Di sektor pendidikan, program AI Teaching Power bersama NUCare Global by LAZISNU telah membekali hampir 59.000 pendidik pesantren dan madrasah di 38 provinsi. Keterampilan tersebut kemudian disebut memberikan manfaat kepada lebih dari 2,3 juta santri dan murid.
Sementara itu, program AI Career Boost dari GreatNusa by BINUS University telah menjangkau lebih dari 50.000 mahasiswa, profesional, pelaku UMKM, komunitas lokal, dan talenta muda. Lebih dari 1.200 peserta memperoleh sertifikasi Azure AI Fundamentals.
Microsoft juga mencatat program EQUAL dari Alunjiva Indonesia telah menjangkau lebih dari 112.000 orang, termasuk perempuan, anak muda, kelompok rentan, serta lebih dari 8.600 penyandang disabilitas.
Di sektor pemerintahan, program GARUDA AI yang dijalankan BINAR bersama lebih dari 100 mitra dan 30 lembaga pemerintah telah melatih lebih dari 145.000 pembelajar AI. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan ASN dalam menghadirkan layanan publik yang lebih adaptif.
Microsoft menyatakan pengembangan keterampilan AI akan terus diperluas agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab, sekaligus mendorong terciptanya solusi yang memberikan dampak bagi masyarakat. *** (da)





























