FirstIndonesiaMagz.id– Di tengah meningkatnya kompleksitas risiko kebakaran di kawasan industri dan gedung, kesiapan sistem pompa hydrant masih menjadi persoalan krusial. Tidak sedikit sistem yang telah terpasang, namun belum sepenuhnya siap berfungsi saat kondisi darurat. Merespons tantangan tersebut, MPK2I (Masyarakat Profesi Keselamatan dan Kebakaran Indonesia) kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan pemahaman dan kompetensi keselamatan kebakaran melalui penyelenggaraan webinar bertajuk “Pemahaman Pompa Hydrant di Tempat Kerja”, yang digelar secara daring melalui Zoom pada Sabtu (7/2/2026) malam.
Berkolaborasi dengan First Indonesia sebagai media partner, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi berkelanjutan untuk mendorong pemahaman yang lebih komprehensif terhadap fungsi, konfigurasi, serta pemeliharaan pompa hydrant, agar sistem proteksi kebakaran aktif tidak sekadar terpasang, tetapi benar-benar andal dan siap digunakan ketika dibutuhkan.
Sekretaris Jenderal MPK2I, Muhamad Dawaman, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemahaman sistem proteksi kebakaran tidak boleh berhenti pada aspek formalitas pemenuhan regulasi semata.
Sekretaris Jenderal MPK2I, Muhamad Dawaman, menjelaskan bahwa webinar ini merupakan bagian dari agenda edukasi maraton MPK2I untuk meningkatkan pemahaman standar proteksi kebakaran di sektor industri dan gedung.
“Kegiatan ini memang kami targetkan berjalan secara maraton. MPK2I punya keinginan kuat untuk memberikan wawasan kepada teman-teman industri dan pengelola gedung, khususnya terkait standarisasi sistem proteksi kebakaran. Salah satunya adalah pemahaman pompa hydrant, yang sampai hari ini ternyata masih banyak belum dipahami secara utuh,” ujar Dawaman.
Ia mengungkapkan, masih banyak pertanyaan mendasar di lapangan terkait sistem pompa hydrant, mulai dari konsep positive dan negative suction, hingga pemahaman tentang konfigurasi pompa yang benar dan sesuai standar.
“Masih banyak yang bertanya, pompa yang benar itu seperti apa, konsep suction yang tepat bagaimana, termasuk bagaimana sistem hydrant yang seharusnya diterapkan di industri. Karena itu hari ini kita bahas dari sisi praktik, supaya ada gambaran yang utuh,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dawaman menegaskan bahwa edukasi ini tidak hanya ditujukan bagi pengelola industri, tetapi juga penting bagi aparat pemadam kebakaran dan pihak terkait dalam proses inspeksi.
“Harapannya, teman-teman industri jadi paham, dan teman-teman damkar ketika melakukan inspeksi juga bisa memastikan bahwa gedung dan kawasan industri benar-benar memiliki sistem proteksi kebakaran yang andal. Dengan pemahaman ini, kita ingin semua pihak naik level,” tegasnya.
Ia menambahkan, MPK2I sebagai wadah asosiasi profesi berkomitmen untuk terus membuka ruang diskusi dan perbaikan berkelanjutan.
“MPK2I hadir sebagai wadah edukasi. Kalau ada kekurangan atau hal yang perlu diperbaiki, kita diskusikan dan kita tingkatkan bersama. Tujuan akhirnya satu, yaitu mencegah agar kasus-kasus kebakaran tidak terus berulang,” kata Dawaman.
Dalam sambutannya, Dawaman juga menyinggung sejumlah kejadian kebakaran yang terjadi dalam waktu dekat di beberapa daerah sebagai pengingat pentingnya kesiapsiagaan sistem proteksi kebakaran.
“Kita cukup kaget dengan beberapa kejadian kebakaran terakhir, baik di Bogor maupun Bandung, bahkan di lokasi yang berada di pinggir jalan dan kawasan strategis. Ini menunjukkan bahwa persoalan proteksi kebakaran, termasuk akses dan kesiapan sistem hydrant, masih menjadi pekerjaan rumah bersama,” pungkasnya.
Webinar ini dimoderatori oleh Ridho Muhammad Dhani dari MPK2I dan menghadirkan dua narasumber yang berpengalaman di bidang keselamatan kebakaran, yakni Setiabudi Anurcahya sebagai Fire Protection & Fire Safety Practitioner dan Prabudi Nawarindra, Praktisi Fire dan Pengurus MPK2I Pusat.

Melalui program webinar mingguan ini, MPK2I berharap terbangun kesamaan pemahaman antara pelaku industri, pengelola gedung, dan pihak pengawas, sehingga sistem proteksi kebakaran tidak lagi dipandang sekadar sebagai pemenuhan formalitas, melainkan sebagai kebutuhan mendasar dalam pengelolaan risiko. Dengan pemahaman tersebut, peserta diharapkan mampu memahami fungsi, jenis, prinsip kerja, serta aspek pemeriksaan dan pemeliharaan pompa hydrant sesuai standar dan regulasi yang berlaku, sehingga konsistensi edukasi dan penerapannya di lapangan dapat berkontribusi pada upaya pencegahan kebakaran yang lebih efektif, andal, dan berkelanjutan.
Ke depan, MPK2I bersama First Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan webinar mingguan sebagai ruang edukasi, diskusi, dan berbagi praktik terbaik guna memperkuat sistem proteksi kebakaran di berbagai sektor industri dan lingkungan kerja di Indonesia.





























