MPM Group Paparkan Strategi Pengembangan SDM pada Penjurian HCREA 2026

First Indonesia Magazine- PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPM Group) menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang tangguh dan adaptif melalui berbagai strategi pengembangan talenta, kepemimpinan, serta transformasi digital dalam sesi wawancara penjurian Human Capital on Resilience Excellence Award (HCREA) 2026 yang digelar pada Senin (29/6).

Human Capital on Resilience Excellence Award (HCREA) merupakan ajang corporate rating tahunan yang diselenggarakan oleh First Indonesia Magazine bersama para pakar dan profesional di bidang Human Capital, ICT, Riset, dan Inovasi. Ajang ini bertujuan memetakan tantangan pengelolaan SDM di tengah percepatan transformasi digital sekaligus mengapresiasi perusahaan yang mampu membangun human capital yang resilien dan berdaya saing.

Dalam sesi penjurian, GM Corporate HR Business Partner MPM Group, Roy Sastika, memaparkan berbagai strategi human capital perusahaan yang mencakup strategic workforce planning, talent management, pengembangan kepemimpinan, inovasi pembelajaran, hingga percepatan adopsi teknologi dalam pengelolaan SDM.

“Dari sisi talent management tentunya di dalamnya ada berbagai program pengembangan karyawan. Kita punya leadership program yang berkelanjutan. Dalam satu tahun kami mengirim ratusan karyawan untuk digrooming dari sisi leadership. Secara berkelanjutan kami juga melakukan training leader di masing-masing grup, dalam setahun ada dua batch,” ujar Roy Sastika.

Selain memperkuat pengembangan talenta, MPM Group juga memasuki fase Acceleration of AI Adoption sebagai bagian dari transformasi human capital. Melalui program tersebut, perusahaan mendorong peningkatan kompetensi digital karyawan sekaligus mengukur dampak penerapan teknologi terhadap produktivitas dan kinerja organisasi.

“Ini salah satu milestone yang penting. Selanjutnya kami berada dalam fase Acceleration of AI Adoption. Harapannya skill-skill tersebut dapat digunakan karyawan ke depan dan memberikan dampak nyata bagi MPM. Pada akhirnya kami ingin membentuk KPI baru. Saat ini kami masih berada pada fase AI Training Roadmap,” jelasnya.

Roy menambahkan, implementasi teknologi juga telah diterapkan dalam berbagai proses pengelolaan SDM, mulai dari pengembangan sistem pembelajaran hingga proses rekrutmen.

“Di HR sendiri kami sudah menggunakan TIOLA yang kami develop sendiri berbasis AI. Begitu juga e-learning, kami mengembangkan platform sendiri sehingga budget dapat ditekan. Dalam proses rekrutmen kami juga sudah memanfaatkan AI, meskipun tetap ada sentuhan manusia dalam setiap proses pengambilan keputusan,” tutup Roy.

Dalam paparannya, MPM Group juga menampilkan berbagai program unggulan seperti penguatan succession planning, AI Learning Hub, AI Champion, employee engagement, serta program wellness sebagai bagian dari strategi membangun organisasi yang adaptif dan berkelanjutan. *** (da)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here