First Indonesia Magazine- PT Nusakarya Arindo memaparkan komitmen dan berbagai upaya penguatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam sesi penjurian Indonesia Safety Excellence Award (ISEA) 2026 yang digelar secara daring, Senin (10/08).
ISEA 2026 mengangkat tema “Advancing Predictive & Sustainable Safety in the Digital and Climate Era”. Ajang ini menjadi wadah apresiasi bagi perusahaan yang menunjukkan keunggulan dalam kepemimpinan K3, inovasi, budaya keselamatan, transformasi digital, serta kesiapan menghadapi tantangan perubahan iklim.
Dalam sesi tersebut, PT Nusakarya Arindo menghadirkan tiga pemateri, yakni La Ode Muhammad Mustakim selaku perwakilan Direktur Operasi/General Manager/Kepala Teknik Tambang, Resanto Budi Hartono selaku HSS Manager, serta Arya Anantama Fathurrahman selaku Occupational Health, Safety & Security Assistant Manager.
La Ode Muhammad Mustakim menjelaskan, keselamatan pertambangan menjadi bagian penting dalam menjalankan operasional perusahaan. PT Nusakarya Arindo merupakan anak usaha PT Antam yang berdiri pada 2012 dan sebelumnya berfokus pada penyediaan alat berat, survei, serta kontraktor penambangan. Sejak 2022, perusahaan mulai menjalankan kegiatan penambangan sendiri setelah memperoleh izin usaha pertambangan.
Dalam menjalankan operasionalnya, perusahaan menekankan penerapan praktik pertambangan sesuai regulasi, mulai dari kegiatan eksplorasi, pengeboran, perencanaan, pembukaan tambang hingga pengapalan. Perusahaan juga menargetkan pengembangan cadangan secara berkelanjutan guna mendukung keberlangsungan operasi.
“Menjadi produser nikel ramah lingkungan terbaik di Indonesia” disebut sebagai visi yang terus didorong dalam pelaksanaan kegiatan perusahaan. Komitmen tersebut diterapkan melalui pengelolaan lingkungan, kepatuhan terhadap regulasi, pengembangan sumber daya manusia, serta program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Sementara itu, dalam aspek safety governance dan risk management, PT Nusakarya Arindo menerapkan kebijakan keselamatan pertambangan yang mengutamakan aspek K3 dan keselamatan operasional pertambangan. Sistem manajemen risiko juga diintegrasikan dengan sejumlah standar ISO, yakni ISO 9001 untuk kualitas, ISO 14001 untuk lingkungan, dan ISO 45001 untuk keselamatan dan kesehatan kerja.
Pada aspek safety performance, Resanto Budi Hartono memaparkan bahwa hingga Juli 2026 perusahaan tidak mencatat kejadian fatal. Meski terdapat satu kejadian pada awal tahun, perusahaan kemudian melakukan berbagai transformasi, termasuk melalui penguatan kebijakan dan pemanfaatan teknologi digital untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Perusahaan juga menjalankan berbagai indikator keselamatan, antara lain safety observation card, top management walkthrough, komite keselamatan pertambangan, golden rules compliance verification, contractor safety management system (CSMS), contractor safety forum, incident investigation and reporting, audit SMKP, serta emergency drill.
Dalam transformasi digital, PT Nusakarya Arindo menerapkan sejumlah sistem untuk memperkuat pengawasan keselamatan. Salah satunya melalui digitalisasi pemeriksaan dan pemeliharaan harian kendaraan atau unit (P2H). Sistem tersebut memungkinkan kondisi kendaraan dipantau secara lebih mudah sehingga potensi risiko akibat kondisi unit yang tidak laik dapat diminimalkan.
Selain itu, perusahaan menerapkan kampanye terhadap 13 standar risiko utama kepada seluruh pekerja. Pekerja baru terlebih dahulu mendapatkan sosialisasi dan mengikuti kuis pemahaman mengenai risiko utama sebelum memperoleh SIMPER dan kartu identitas. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pekerja memahami risiko yang terdapat di lingkungan kerja maupun area sekitarnya.
Pada penguatan budaya keselamatan, Arya Anantama Fathurrahman memaparkan sejumlah program yang dijalankan secara rutin, seperti General Safety Talk, pertemuan komite keselamatan, Top Management Walkthrough, koordinasi HSE, inspeksi APD dan SIMPER, pengawasan kecepatan kendaraan, pemasangan rambu dan traffic light, serta inspeksi APAR.
Perusahaan juga memberikan basic safety training kepada pekerja baru maupun pekerja lama melalui program penyegaran. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan budaya K3 di lingkungan PT Nusakarya Arindo yang masih relatif muda setelah melakukan spin-off dari Antam pada September 2022.
Melalui berbagai program tersebut, PT Nusakarya Arindo menegaskan upaya membangun sistem keselamatan yang tidak hanya berorientasi pada kepatuhan, tetapi juga mendorong penguatan budaya K3, pemanfaatan teknologi, pengelolaan risiko, serta kesiapan menghadapi tantangan keselamatan di masa mendatang. *** (da)






































