First Indonesia Magazine-– Komitmen terhadap penguatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) memasuki babak baru seiring berkembangnya teknologi digital serta meningkatnya tantangan perubahan iklim. Merespons dinamika tersebut, OSH Asia’s Summit 2026 kembali hadir dengan mengusung tema Advancing Predictive & Sustainable Safety in the Digital and Climate Era.
Memasuki penyelenggaraan tahun ketiganya, OSH Asia’s Summit 2026 menjadi ruang strategis bagi para pemimpin global, praktisi keselamatan, pakar industri, dan organisasi untuk bertukar pengetahuan serta membangun kolaborasi dalam mendorong masa depan keselamatan kerja yang lebih adaptif, prediktif, dan berkelanjutan.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh First Indonesia ini berlangsung pada 20–21 Agustus 2026 di Prama Sanur Beach Bali, Indonesia, mulai pukul 08.30 hingga 17.30 WITA. Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari dalam maupun luar negeri untuk membahas perkembangan dan tantangan K3 di tengah transformasi teknologi dan perubahan lingkungan kerja.
Salah satu agenda penting dalam rangkaian OSH Asia’s Summit 2026 adalah Indonesia Safety Excellence Award (ISEA) 2026. Ajang penghargaan ini menjadi wadah apresiasi bagi perusahaan yang menunjukkan komitmen dan pencapaian unggul dalam penerapan K3, mulai dari kepemimpinan keselamatan, inovasi, penguatan budaya keselamatan, hingga pemanfaatan teknologi digital dan penerapan prinsip keberlanjutan.
Penjurian ISEA 2026 sebelumnya dilaksanakan secara daring dan melibatkan perusahaan-perusahaan yang mempresentasikan berbagai strategi, inovasi, serta praktik terbaik dalam pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja.
Melalui tema yang diusung, ISEA 2026 menempatkan pendekatan predictive safety sebagai salah satu aspek penting dalam menghadapi perkembangan dunia kerja. Pendekatan tersebut mendorong perusahaan tidak hanya berfokus pada penanganan insiden setelah terjadi, tetapi juga mampu mengidentifikasi potensi risiko sejak dini melalui pemanfaatan data, teknologi, dan sistem manajemen risiko yang terintegrasi.
Di sisi lain, aspek keberlanjutan menjadi bagian yang semakin penting dalam strategi K3 perusahaan. Perubahan iklim, perkembangan teknologi, serta perubahan karakteristik pekerjaan menghadirkan risiko-risiko baru yang membutuhkan respons lebih adaptif dan kolaboratif.
OSH Asia’s Summit 2026 juga menghadirkan sejumlah pembicara internasional dari berbagai negara, di antaranya Jepang, Malaysia, Kanada, Amerika Serikat, Singapura, India, dan Australia. Kehadiran para pakar tersebut diharapkan memperkaya perspektif peserta mengenai perkembangan keselamatan kerja dari berbagai kawasan dan sektor industri.
Para keynote speakers dan international plenary speakers yang akan hadir antara lain Prof. Yassierli, ST, MT, Ph.D., Minister of Manpower; Prof. Dr. Anwar Sanusi, MPA, Ph.D., Chairman of the Board of Labor Planning and Development, Ministry of Manpower of the Republic of Indonesia; Ir. Dr. Abdul Murad bin Zainal Abidin, Director, JKR Centre of Excellence for Engineering and Technology (CREaTE), Public Works Department Malaysia; Larry Wilson, Founder of Safety Start, USA; Jeffrey Krewenki, CRSP, DOHS, NSCO, North America Oil & Gas Safety Advisor, Canada; Cristian Sylvestre, Founder & Managing Director of HabitSafe, Australia; Atsuko Nakai, Ph.D., Process Safety & Education / Training Group, Planning and Coordination Department, Japan; Ms. Fatima Amin, Emergency Environment Expert, ICARS, GNEC, Indian Institute of Technology Roorkee & University of Kashmir, New Delhi, India; Prof. Ts. Dr. Abdul Mutalib bin Leman, Acting Provost, Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Pagoh Campus; serta Shawal Mohamed, Director, Assurance & Systems, Fusion Safety Management, former Singapore Ministry of Manpower WSH Inspector.
Rangkaian kegiatan summit mencakup International Conference & Keynote Sessions, Executive Leadership Forum, International Safety Excellence Award (ISEA), serta Executive Business Networking. Agenda tersebut dirancang untuk tidak hanya memberikan wawasan, tetapi juga membuka ruang dialog dan membangun jejaring strategis antarpemimpin serta profesional K3.
Melalui forum ini, OSH Asia’s Summit 2026 menegaskan pentingnya kolaborasi global dalam membangun ekosistem keselamatan kerja yang mampu menjawab tantangan masa depan. Penguatan kepemimpinan, inovasi, digitalisasi, serta budaya keselamatan menjadi fondasi untuk menciptakan tempat kerja yang lebih aman sekaligus mendukung produktivitas dan keberlanjutan organisasi.
OSH Asia’s Summit 2026 diharapkan menjadi momentum bagi perusahaan dan profesional K3 untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan masa depan keselamatan kerja yang lebih aman, prediktif, inovatif, dan berkelanjutan. *** (da)





































