FirstIndonesiaMagz.id– PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) turut berpartisipasi dalam wawancara penjurian Indonesia Sustainability Award 2026 dengan memaparkan berbagai strategi dan implementasi ESG (Environmental, Social, Governance) yang dijalankan perusahaan dalam mendukung transformasi industri logistik dan kepelabuhanan yang berkelanjutan.
Paparan disampaikan oleh Burhanudinsyah selaku SVP Perencanaan Strategis dan Transformasi, dilanjutkan oleh Dewi Fitriyani selaku SVP Sekretariat Perusahaan, Ajie Nur Rendragraha S. selaku VP Sistem Manajemen dan K3L, serta Yusdita Maulida selaku Sr. Officer Sistem Manajemen dan K3L. Turut hadir pula Retno Satiti selaku VP Komunikasi Korporasi, Protokoler dan TJSL serta Herlinawati selaku Officer Komunikasi Korporasi, Protokoler dan TJSL.
Dalam kesempatan tersebut, SPSL menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem logistik yang tidak hanya efisien, tetapi juga berkelanjutan, inklusif, dan berbasis tata kelola yang kuat.
Membuka pemaparan, Burhanudinsyah menjelaskan bahwa implementasi ESG di SPSL menjadi bagian penting dari transformasi bisnis perusahaan.
“Kami percaya bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang memenuhi regulasi, tetapi bagaimana perusahaan mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi lingkungan, masyarakat, dan ekosistem logistik nasional,” ujar Burhanudinsyah.
Ia menjelaskan bahwa SPSL terus memperkuat integrasi ESG dalam strategi perusahaan melalui inovasi operasional, penguatan tata kelola, dan pengembangan sumber daya manusia.
Dalam aspek lingkungan, perusahaan fokus pada efisiensi energi, pengurangan emisi, serta pengelolaan limbah operasional.
SPSL telah memperkuat sistem baseline data emisi hingga mencakup anak perusahaan guna meningkatkan akurasi pengukuran dan strategi pengurangan karbon. Program penurunan emisi dilakukan melalui berbagai langkah, antara lain:
- Service berkala alat bongkar muat
- Pelatihan operator alat
- Pengecekan alat sebelum operasional
- Optimalisasi layout lapangan bongkar muat
SPSL juga menjalankan berbagai kampanye lingkungan, termasuk penggunaan material ramah lingkungan dan media kampanye sustainability berbahan daur ulang.
Selain itu, pengelolaan limbah menjadi perhatian penting dalam operasional perusahaan sebagai bagian dari upaya menciptakan sistem logistik yang lebih bertanggung jawab.
SPSL telah menerapkan berbagai kebijakan terkait human rights dan respectful workplace policy di lingkungan perusahaan.
Program employee wellbeing juga terus diperkuat melalui berbagai aktivitas, seperti olahraga, kegiatan spiritual, forum diskusi internal, hingga program pengembangan budaya kerja.
Beberapa inovasi unggulan yang dipaparkan antara lain:
- Drone Safety Patrol, untuk meningkatkan pengawasan keselamatan kerja melalui pemantauan udara
- VIZION, sistem inspeksi dan edukasi K3 berbasis CCTV AI untuk mendeteksi pelanggaran APD secara real-time
- D2D, sistem monitoring alat operasi berbasis IoT untuk efisiensi BBM dan penurunan emisi karbon
- EASY (Equal Access System for You), fitur aksesibilitas digital bagi penyandang disabilitas, khususnya pengguna dengan gangguan penglihatan
Dalam aspek governance, SPSL memperkuat penerapan tata kelola terintegrasi guna mendukung pengambilan keputusan strategis di seluruh lingkungan perusahaan.
SPSL juga membentuk berbagai mekanisme pengawasan dan penguatan integritas, seperti:
- Komite GRC dan Investasi
- Sistem whistleblowing Pelindo Bersih
- Implementasi ISO 37001:2016 Anti-Bribery Management System
- Pelaporan LHKPN dengan tingkat kepatuhan 100%
Selain aspek operasional, SPSL juga terus memperkuat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui berbagai program yang selaras dengan kebijakan Pelindo Group.
Program TJSL ini diarahkan untuk menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan.
Menutup sesi wawancara penjurian, Burhanudinsyah menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada SPSL untuk mengikuti Indonesia Sustainability Award 2026 serta berbagai masukan yang diterima selama sesi berlangsung.
“Terima kasih banyak. Kami merasa bangga dan terhormat dapat mengikuti sesi ini. Terima kasih juga kepada bapak-bapak dewan juri atas insight dan masukan yang sangat bermanfaat bagi kami,” ujar Burhanudinsyah.
Ia menjelaskan bahwa seluruh program ESG yang dijalankan SPSL merupakan bagian dari arah strategis perusahaan untuk memastikan bisnis dan keberlanjutan berjalan secara beriringan.
“Program-program yang kami jalankan tentu sejalan dengan arahan direksi, bahwa perusahaan tidak hanya menjalankan bisnis semata, tetapi juga memastikan keberlanjutan menjadi bagian dari operasional dan pengembangan perusahaan,” tambahnya.
Burhanudinsyah juga menegaskan bahwa partisipasi SPSL dalam Indonesia Sustainability Award 2026 bukan semata-mata untuk meraih penghargaan.
“Kami mengikuti Indonesia Sustainability Award 2026 ini bukan semata-mata untuk memenangkan award atau piala, tetapi kami ingin berbagi mengenai program-program yang telah kami laksanakan. Harapannya, apa yang kami sampaikan dapat memberikan manfaat dan inspirasi bagi pihak lain. Sebaliknya, kami juga berharap dapat memperoleh insight dan masukan yang dapat menjadi bekal bagi kami untuk terus melakukan perbaikan dan penguatan implementasi ESG ke depannya,” tutupnya.
Dengan strategi ESG yang terintegrasi, inovasi berbasis teknologi, serta penguatan tata kelola dan budaya keselamatan, PT Pelindo Sinergi Lokaseva menunjukkan komitmennya dalam membangun masa depan logistik nasional yang lebih modern dan berkelanjutan.





























