FirstIndonesiaMagz.id– Pada Selasa (03/02), PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) telah mengikuti kegiatan wawancara penjurian Indonesia Fire Safety Excellence Award (IFSEA) 2026 yang diselenggarakan oleh Majalah First Indonesia bekerja sama dengan MPK2I (Masyarakat Profesi Keselamatan Kebakaran Indonesia) serta didukung oleh beberapa asosiasi keselamatan serta kementerian dan lembaga terkait, sebagai upaya mendorong penerapan sistem keselamatan kebakaran yang unggul dan berkelanjutan di berbagai sektor industri.
Indonesia Fire Safety Excellence Award (IFSEA) 2026 merupakan ajang apresiasi nasional yang dirancang sebagai platform pengakuan strategis bagi perusahaan dan institusi yang menunjukkan komitmen nyata dalam perlindungan aset, keselamatan jiwa, dan keberlangsungan bisnis melalui penerapan sistem keselamatan kebakaran yang unggul.
IFSEA 2026 tidak hanya berfokus pada aspek kepatuhan teknis, tetapi juga menempatkan fire safety sebagai bagian dari manajemen risiko perusahaan, business continuity, serta tata kelola organisasi yang bertanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, IFSEA 2026 menjadi wadah benchmarking nasional, pembelajaran praktik terbaik, serta kolaborasi antara dunia usaha, regulator, dan praktisi keselamatan kebakaran.
Dalam kegiatan IFSEA 2026 ini akan melalui beberapa tahap meliputi kegiatan penjurian dan penilaian dari para dewan juri serta tahap final-nya perolehan penghargaan.
PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) memaparkan mengenai implementasi sistem keselamatan kebakaran. Paparan dibuka oleh Burhanudinsyah selaku SVP Perencanaan Strategis dan Transformasi, kemudian dilanjutkan oleh Ajie Nur Rendragraha selaku VP Sistem Manajemen dan K3L, Yusdita Maulida selaku Senior Officer Sistem Manajemen dan K3L, Fausan Pratama selaku Staf K3L Head Office, serta Anggi Habiba Salsabila selaku Magang K3L. Proses penjurian dihadiri oleh Christofel P. Simanjuntak dan Ridho Muhammad Dhani.
Dalam pembukaan paparan, Burhanudinsyah menegaskan bahwa fire safety merupakan bagian penting dari strategi transformasi perusahaan di sektor logistik.
“Sebagai perusahaan logistik yang memiliki aktivitas dengan tingkat risiko tinggi, sistem keselamatan kebakaran menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan operasional dan melindungi seluruh insan perusahaan,” ujar Burhanudinsyah saat sesi wawancara penjurian.
SPSL menerapkan kebijakan keselamatan kebakaran yang terintegrasi dengan Sistem Manajemen K3 perusahaan. Kebijakan tersebut menekankan pada penghilangan bahaya dan pengurangan risiko K3 guna menyediakan kondisi kerja yang aman dan sehat serta mencegah cedera maupun gangguan kesehatan akibat pekerjaan.
Ajie Nur Rendragraha menjelaskan bahwa sistem manajemen kebakaran di SPSL disusun secara sistematis melalui prosedur, standar operasional, dan instruksi kerja yang jelas.
“Kami memastikan setiap potensi risiko kebakaran dikelola melalui prosedur yang terstruktur, mulai dari pencegahan, kesiapsiagaan, hingga penanganan darurat, sehingga seluruh pekerja memiliki pedoman yang sama saat menghadapi kondisi darurat,” jelas Ajie.
Dalam implementasinya, SPSL membangun sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif yang mencakup detektor asap dan panas, manual call point, sprinkler, hydrant, serta alat pemadam api ringan (APAR). Selain itu, tersedia sistem proteksi pasif berupa tangga darurat, signage jalur evakuasi, lampu darurat, serta titik kumpul (assembly area). Sistem penyelamatan juga dilengkapi pressurized fan, lift homing, dan access release untuk mendukung proses evakuasi. Selain itu, seluruh peralatan juga dikelola secara berkala melalui inspeksi dan pemeliharaan rutin.
“Keandalan peralatan menjadi kunci. Karena itu, kami melakukan inspeksi APAR dan hydrant secara berkala agar seluruh sistem proteksi kebakaran selalu dalam kondisi siap pakai,” tambahnya.
SPSL juga menerapkan identifikasi bahaya dan pengendalian risiko (IBPR) pada setiap aktivitas kerja, termasuk di area perkantoran dan operasional logistik. Program keselamatan kebakaran diperkuat melalui pelatihan, simulasi (drill) tanggap darurat, kampanye keselamatan, serta pembentukan Emergency Team on Duty di setiap lantai gedung. PSL menekankan kesiapan setiap personel menjadi faktor penentu dalam sistem keselamatan.
“Kami tidak hanya menyiapkan peralatan, tetapi juga membangun kesadaran pekerja melalui pelatihan dan simulasi agar respons saat terjadi kebakaran bisa cepat, terkoordinasi, dan sesuai prosedur,” ungkapnya.
Sebagai tambahan, Ajie Nur Rendragraha menjelaskan adanya program safety induction yang dilakukan secara offline maupun online agar seluruh pekerja mendapatkan pemahaman yang sama terkait keselamatan kerja dan kebakaran.
“Dengan pendekatan digital dan tatap muka, kami ingin memastikan edukasi keselamatan dapat menjangkau seluruh pekerja secara merata,” jelasnya.
Melalui penerapan sistem manajemen, proteksi kebakaran, serta program pelatihan yang konsisten, SPSL menargetkan terciptanya lingkungan kerja yang aman, produktif, dan berkelanjutan. Upaya ini menjadi bagian dari transformasi perusahaan dalam membangun budaya keselamatan di seluruh lini operasional.
“Fire safety bukan hanya kewajiban regulasi, tetapi bagian dari strategi bisnis kami untuk menjaga keandalan layanan dan kepercayaan pelanggan,” tutup Ajie Nur Rendragraha.
Dengan paparan tersebut, PT Pelindo Solusi Logistik menunjukkan komitmennya dalam membangun sistem keselamatan kebakaran yang terintegrasi sebagai fondasi penting bagi keberlanjutan operasional perusahaan logistik nasional.
Sebagai penutup sesi penjurian, Ajie Nur Rendragraha, VP Sistem Manajemen dan K3L PT Pelindo Solusi Logistik, menyampaikan apresiasi kepada dewan juri atas masukan yang diberikan.
“Terima kasih kepada para dewan juri. Seluruh saran dan masukan yang disampaikan telah kami catat dengan baik. Salah satu hal yang membuat kami merasa kegiatan ini sangat bermanfaat adalah karena kami memperoleh perspektif dari pihak eksternal terhadap implementasi yang selama ini kami jalankan. Selama ini kami memang telah mendapatkan masukan dari holding, dan melalui forum ini kami memperoleh pembanding yang lebih objektif. Kami berharap pada tahun ini kinerja kami dapat menjadi lebih baik lagi,” ujar Ajie Nur Rendragraha.





























