Pemerintah Pastikan Stok Energi Aman, Impor Minyak dari Rusia Disiapkan hingga Akhir 2026
Pemerintah Pastikan Stok Energi Aman, Impor Minyak dari Rusia Disiapkan hingga Akhir 2026

FirstIndonesiaMagz.id– Pemerintah menegaskan bahwa ketersediaan energi nasional tetap aman meski situasi geopolitik global tengah bergejolak. Kepastian ini disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, usai melakukan kunjungan diplomasi energi ke Rusia.

Dalam keterangannya di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (17/4), Bahlil menyebut pemerintah telah mengamankan pasokan minyak mentah (crude oil) untuk kebutuhan dalam negeri hingga Desember 2026.

“Pasokan crude dari bulan ini sampai Desember, insyaallah sudah aman. Jadi tidak perlu ada kekhawatiran, tinggal bagaimana kita meningkatkan kapasitas produksi kilang dalam negeri,” ujarnya.

Kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuannya dengan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev. Dalam pertemuan itu, Rusia menyatakan kesiapan untuk memasok minyak mentah guna memperkuat ketahanan energi Indonesia.

Bahlil menegaskan bahwa seluruh kerja sama tetap mengutamakan kepentingan nasional, termasuk dalam hal harga impor minyak. Pemerintah berupaya agar harga pembelian minimal setara dengan harga pasar global, atau jika memungkinkan, lebih rendah.

“Kalau bisa di bawah harga pasar tentu lebih baik, tapi paling tidak tidak boleh lebih tinggi dari harga pasar,” jelasnya.

Selain memastikan pasokan energi, pemerintah juga menjamin bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026.

Menurut Bahlil, kebijakan tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

“Harga BBM subsidi tidak akan dinaikkan sampai akhir tahun,” tegasnya.

Ia kembali menekankan bahwa langkah pengamanan pasokan energi telah dilakukan secara matang sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir terhadap ketersediaan energi nasional.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan bahwa isu energi menjadi salah satu fokus utama dalam pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin.

Menurut Sugiono, kerja sama di sektor energi diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

“Kerja sama energi menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Selain sektor energi, kedua negara juga membahas potensi kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, serta pertanian. Isu perkembangan geopolitik global turut menjadi agenda dalam pembicaraan bilateral tersebut.

Sugiono menambahkan, Rusia merupakan salah satu mitra strategis Indonesia, khususnya dalam penguatan hubungan ekonomi dan perdagangan, serta peningkatan hubungan antar masyarakat kedua negara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here