Pemprov DKI Gelar Operasi Pembersihan Ikan Sapu-sapu di Lima Wilayah Jakarta
Pemprov DKI Gelar Operasi Pembersihan Ikan Sapu-sapu di Lima Wilayah Jakarta

FirstIndonesiaMagz.id– Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu secara serentak di lima wilayah kota administrasi pada Jumat (17/4). Langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Pramono menyampaikan bahwa kegiatan pembersihan akan dilaksanakan di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Ia juga menyatakan akan turun langsung ke lapangan sesuai penugasan yang diatur oleh pihak terkait di lingkungan pemerintah daerah.

Kepala Bidang Perikanan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Eny Suparyani, membenarkan kegiatan tersebut berlangsung serentak di lima wilayah mulai pukul 07.30 hingga 10.00 WIB.

Sejumlah titik telah ditentukan sebagai lokasi penangkapan, di antaranya:

  • Jakarta Barat: Kali Semongol (Kalideres) dan Kali Anak TSI (Cengkareng)
  • Jakarta Utara: Sungai Kendal (Cilincing) dan Kali Danau Kodamar (Kelapa Gading)
  • Jakarta Selatan: Outlet Setu Babakan, Jagakarsa
  • Jakarta Pusat: Banjir Kanal Barat (Tanah Abang) dan Pintu Air Manggarai, Kali Ciliwung
  • Jakarta Timur: Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung (Cililitan) dan Kali Buaran (Duren Sawit)

Para petugas dilengkapi berbagai peralatan seperti jala, jaring, serok, sepatu bot, sarung tangan, serta karung untuk menampung hasil tangkapan.

Secara khusus di wilayah Jakarta Pusat, penanganan ikan sapu-sapu akan dilakukan dengan metode berbeda, yakni mengeringkan sebagian aliran sungai terlebih dahulu.

Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, menjelaskan metode ini dinilai lebih efektif karena memudahkan petugas dalam menangkap ikan, termasuk yang bersembunyi di celah dinding sungai.

“Kalau airnya dikeringkan, penangkapan bisa lebih mudah, termasuk untuk mengambil telur ikan,” ujarnya.

Selain menangkap ikan dewasa, petugas juga akan mencari dan membersihkan telur untuk menekan pertumbuhan populasi baru.

Sebelumnya, Pemkot Jakarta Pusat telah menangkap sekitar 40 ekor ikan sapu-sapu di kawasan saluran Cideng yang berada di sisi selatan Mal Plaza Indonesia.

Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Pusat, Halimah, menyebutkan bahwa ikan-ikan tersebut dimusnahkan dengan cara dikubur. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kondisi sungai sekaligus mencegah kerumunan warga yang tertarik menangkap ikan secara mandiri.

Di lapangan, keberadaan ikan sapu-sapu masih cukup dominan. Ikan berwarna gelap dengan panjang sekitar 20–30 sentimeter tampak memenuhi dasar sungai dan sesekali muncul ke permukaan.

Penggiat komunitas ikan sapu-sapu (pleco), Anton, menilai pengendalian populasi ikan ini harus dilakukan secara rutin.

Menurutnya, siklus reproduksi ikan sapu-sapu tergolong sangat cepat, di mana telur dapat menetas hanya dalam waktu 3–4 hari, dan indukan betina bisa kembali berkembang biak dalam waktu kurang dari dua minggu.

Ia menyarankan agar penangkapan dilakukan secara intensif, bahkan hingga satu kali dalam seminggu, serta dikombinasikan dengan metode pengeringan sungai untuk memastikan telur dan ikan kecil turut terangkat.

Meski demikian, Anton menilai pemberantasan total ikan sapu-sapu di Jakarta sulit dilakukan. Oleh karena itu, pendekatan pengendalian populasi secara berkala dinilai sebagai solusi paling realistis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here