First Indonesia Magazine – PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re memaparkan strategi penguatan sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi perubahan bisnis dan perkembangan teknologi pada penjurian Human Capital on Resilience Excellence Award (HCREA) 2026, Jumat (31/7).
Rokhmatul Wakhidah, Human Capital & General Affair Division Head PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero), mengatakan perubahan kondisi bisnis mendorong perusahaan melakukan penyesuaian dalam strategi pengelolaan human capital.
“Dengan adanya kondisi bisnis saat ini yang lebih banyak ke soft market, kami harus banyak melakukan perubahan-perubahan dalam strategi human capital yang ada,” ujar Rokhmatul dalam sesi penjurian HCREA 2026.
Sementara itu, M. Alvin Adinugraha, Human Capital Strategy Department Head PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero), mengatakan transformasi human capital diarahkan untuk membangun organisasi yang adaptif dan mampu menghadapi dinamika bisnis.
“Perjalanan Indonesia Re dalam membangun transformasi human capital khususnya untuk membangun organisasi yang adaptif, resilient, dan mampu menghadapi dinamika bisnis,” kata Alvin.
Dalam paparannya, Alvin menjelaskan Indonesia Re memasukkan kompetensi teknologi, digitalisasi, dan pemanfaatan artificial intelligence (AI) ke dalam pengembangan future skills. Perusahaan juga telah menjalankan AI productivity training bagi karyawan pada 2026.
Selain AI, pengembangan kompetensi digital dilakukan melalui penguatan kemampuan pengelolaan data. Karyawan dibekali kemampuan data mining hingga data cleansing untuk mendukung kebutuhan pekerjaan.
“Digitalisasi tidak hanya bagaimana kita menggunakan skill AI, tapi bagaimana proses itu bisa diubah. Bahkan hal basic seperti data mining juga kita ajarkan kepada karyawan, termasuk bagaimana mereka mengelola dan melakukan cleansing data,” ujar Alvin.
Indonesia Re juga melakukan pembaruan Human Capital Management System (HCMS) untuk meningkatkan efisiensi proses kerja dan pengelolaan SDM. Sistem tersebut mencakup employee self service, talent management, performance management, dan talent succession.
Di sisi lain, perusahaan memperkuat employee wellbeing melalui sejumlah program, seperti step challenge, health talk, workout class, dan konsultasi psikologi. Program tersebut menjadi bagian dari strategi untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung produktivitas dan kesejahteraan karyawan.
Indonesia Re mencatat sebanyak 47 sesi konsultasi psikologi telah diberikan kepada karyawan dalam program wellbeing 2025-2026.
Berbagai strategi tersebut diarahkan untuk mendukung aspirasi Human Capital Indonesia Re, yakni membangun high performing and happy people with global competency and integrity.
Sebagai informasi, Human Capital on Resilience Excellence Award (HCREA) 2026 merupakan ajang corporate rating tahunan di bidang human capital yang bertujuan memetakan tantangan sekaligus praktik terbaik pengelolaan SDM di tengah pesatnya transformasi digital.
HCREA 2026 diselenggarakan oleh First Indonesia Magazine bekerja sama dengan para pakar dan profesional di bidang Human Capital, ICT, riset, dan inovasi. Rangkaian penilaian meliputi presentasi perusahaan, sesi wawancara bersama dewan juri, proses evaluasi, hingga penetapan penerima penghargaan. *** (da)





































