First Indonesia Magazine-Indonesia Safety Excellence Award (ISEA) 2026 menggelar sesi penjurian secara daring, Rabu (12/08). Mengusung tema “Advancing Predictive & Sustainable Safety in the Digital and Climate Era”, ajang ini menjadi wadah apresiasi bagi perusahaan yang menunjukkan keunggulan dalam kepemimpinan K3, inovasi, budaya keselamatan berkelanjutan, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan tantangan masa depan.

Dalam sesi tersebut, Anitech Prima Medica memaparkan berbagai langkah transformasi yang dilakukan untuk memperkuat pengelolaan sumber daya manusia (SDM), layanan kesehatan kerja, serta sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Perwakilan Anitech Prima Medica, Defanda Galpin, menjelaskan bahwa transformasi dilakukan setelah pihaknya menemukan sejumlah persoalan dalam pelayanan dan pengelolaan SDM. Karena itu, perusahaan melakukan restrukturisasi organisasi sekaligus membangun kembali budaya kerja agar lebih produktif dan sesuai dengan kebutuhan operasional.

Menurut Defanda, SDM merupakan salah satu penggerak utama perusahaan. Untuk itu, Anitech Prima Medica mengembangkan struktur organisasi yang lebih ramping dengan konsep multi-talent oriented. Setiap personel diarahkan memiliki kemampuan lintas fungsi sehingga dapat saling mendukung ketika terjadi rotasi maupun kebutuhan operasional.

“SDM di tempat kita itu merupakan motor pertama penggerak perusahaan dan industri,” ujar Defanda dalam pemaparannya.

Transformasi tersebut mencakup pengembangan berbagai layanan, seperti occupational health, Total Worker Health, wellness program, health surveillance, medico-legal, hingga penguatan fungsi Health, Safety, Security and Environment (HSSE). Perusahaan juga menyiapkan pengembangan kompetensi personel agar tidak hanya menjalankan satu fungsi, tetapi mampu mendukung kebutuhan lain sesuai keahlian masing-masing.

Anitech Prima Medica juga menaruh perhatian pada aspek kesehatan pekerja secara menyeluruh. Melalui pendekatan Total Worker Health, layanan kesehatan tidak hanya ditujukan kepada pekerja, tetapi juga mencakup keluarga, lingkungan kerja, hingga gaya hidup. Program wellness, nutrisi, aktivitas fisik, sport injury, serta pengabdian masyarakat menjadi bagian dari strategi tersebut.

Di sisi digitalisasi, perusahaan berencana mengembangkan layanan berbasis Internet of Things (IoT) dan pemantauan secara real time. Sistem tersebut diharapkan dapat membantu memantau kondisi kesehatan dan kasus yang terjadi di lapangan sehingga pengambilan keputusan dan penyusunan program dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.

Kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat juga menjadi perhatian. Anitech Prima Medica mengembangkan Medical Emergency and Disaster Team yang tidak hanya menangani kegawatdaruratan medis, tetapi juga dipersiapkan untuk menghadapi situasi bencana. Penguatan kemampuan pre-hospital menjadi penting karena jarak menuju rumah sakit rujukan membutuhkan waktu sekitar satu jam.

Selain itu, Anitech Prima Medica menerapkan pendekatan Green Leadership dalam proses transformasinya. Konsep tersebut diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan mutu dan standar pelayanan, tetapi juga memastikan kegiatan operasional memberikan dampak positif terhadap lingkungan serta meningkatkan efisiensi.

Dalam sesi diskusi, dewan juri ISEA 2026 turut mendalami kesiapan sistem K3 di Anitech Prima Medica, termasuk ketersediaan SOP, health surveillance, safety box, jalur evakuasi, serta prosedur penanganan risiko keselamatan. Defanda mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dilengkapi dan diperkuat agar sistem keselamatan tidak hanya tersedia dalam bentuk dokumen, tetapi benar-benar diterapkan dalam operasional.

Melalui penjurian ISEA 2026, Anitech Prima Medica menunjukkan komitmennya untuk terus membangun sistem K3 yang lebih adaptif dengan mengintegrasikan penguatan SDM, digitalisasi, layanan kesehatan kerja, kesiapsiagaan darurat, serta prinsip keberlanjutan. *** (da)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here