First Indonesia Magazine- Indonesia Safety Excellence Award (ISEA) 2026 menggelar sesi penjurian secara daring, Kamis (06/08). Ajang bertema “Advancing Predictive & Sustainable Safety in the Digital and Climate Era” ini menjadi wadah apresiasi bagi perusahaan yang unggul dalam kepemimpinan K3, inovasi, budaya keselamatan, serta transformasi digital dan keberlanjutan.

Dalam sesi penjurian tersebut, DHL Supply Chain Indonesia memaparkan berbagai strategi dan program perusahaan dalam memperkuat budaya keselamatan, mengelola risiko operasional, serta memanfaatkan teknologi untuk mendukung operasional yang aman dan berkelanjutan.

HSE Country Lead DHL Supply Chain Indonesia, Hendri Trilaksana, mengatakan keselamatan menjadi fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan. Menurutnya, penerapan keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab tim K3, tetapi melibatkan seluruh insan perusahaan.

“Visi kita adalah bagaimana menciptakan tempat kerja buat setiap orang sehingga orang atau karyawan kita bisa kembali pulang dengan selamat setiap hari,” ujar Hendri dalam sesi presentasi.

Hendri menjelaskan, DHL Supply Chain Indonesia memiliki lebih dari 2.700 karyawan, lebih dari 95 lokasi operasional, lebih dari 140 warehouse, serta lebih dari 450 ribu meter persegi area pergudangan. Perusahaan juga memiliki empat transport control tower dan menangani lebih dari 500 ribu perjalanan transportasi setiap tahun dengan dukungan lebih dari 1.500 truk melalui mitra transportasi.

Dalam penerapan K3, perusahaan mengembangkan safety framework yang mencakup safety leadership, employee engagement, integrity management, prevention, dan third party management. Kerangka tersebut digunakan untuk memastikan pengelolaan keselamatan berjalan secara menyeluruh, mulai dari tingkat pimpinan hingga operasional.

“Kalau ditanya berapa orang safety-nya di DHL, semua orang di DHL itu adalah safety,” kata Hendri.

Menurutnya, penguatan budaya keselamatan dilakukan melalui behavior-based safety, pelatihan, inspeksi, audit, investigasi insiden, risk assessment, health risk management, hingga emergency preparedness. Perusahaan juga melakukan penilaian terhadap pihak ketiga yang menjadi mitra kerja untuk memastikan standar keselamatan tetap terpenuhi.

Selain budaya keselamatan, DHL Supply Chain Indonesia juga menjadikan digitalisasi dan otomasi sebagai bagian dari strategi transformasi perusahaan. Teknologi diterapkan melalui warehouse management system, transport management system, telematics, hingga system integration untuk meningkatkan pengendalian operasional dan efisiensi layanan kepada pelanggan.

Hendri menuturkan, transformasi tersebut diarahkan untuk menciptakan operasional yang aman sekaligus mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis. Fokus perusahaan mencakup digitalisasi, otomasi, continuous improvement, sustainability, serta people development.

“Komitmen kita adalah safety first, zero harm, everyone safe everyday to support business growth,” ujarnya.

Dalam sesi penjurian, tim DHL Supply Chain Indonesia juga memaparkan proyek Megatransport Delivery yang menjadi salah satu contoh penerapan keselamatan dalam menangani proyek dengan tingkat kompleksitas tinggi.

Proyek tersebut merupakan pengalaman DHL dalam menangani pengiriman kargo berukuran dan berbobot besar untuk mendukung kebutuhan Pertamina. Pengiriman CO2 removal menuju Subang dilakukan dalam kondisi mendesak karena berkaitan dengan pasokan gas di wilayah Jawa.

Paparan tersebut memperlihatkan bagaimana aspek keselamatan, pengelolaan risiko, kemampuan operasional, serta koordinasi dalam rantai pasok diterapkan untuk memastikan pekerjaan dapat berjalan aman dan memenuhi kebutuhan pelanggan.

Melalui keikutsertaannya dalam penjurian ISEA 2026, DHL Supply Chain Indonesia menunjukkan komitmen untuk terus memperkuat budaya keselamatan sekaligus mengintegrasikan teknologi, pengelolaan risiko, dan prinsip keberlanjutan dalam operasional perusahaan. *** (da)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here