First Indonesia Magazine – PT Indodrill Indonesia memaparkan komitmennya dalam membangun budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada sesi penjurian Indonesia Safety Excellence Award (ISEA) 2026 yang digelar secara daring, Selasa (27/7). Mengusung tema Advancing Predictive & Sustainable Safety in the Digital and Climate Era, ajang ini menjadi sarana apresiasi bagi perusahaan yang dinilai unggul dalam kepemimpinan K3, inovasi, budaya keselamatan, transformasi digital, dan keberlanjutan.

Dalam presentasinya, EHS Manager PT Indodrill Indonesia, Seger Basuki Rahmat, menegaskan bahwa keselamatan di Indodrill telah menjadi bagian dari budaya perusahaan, bukan sekadar memenuhi kewajiban regulasi. Menurutnya, perusahaan menjalankan berbagai program untuk memastikan kinerja keselamatan terus meningkat di seluruh area operasional.

“Di Indodrill, keselamatan bukan sekadar kebijakan perusahaan, melainkan tanggung jawab bersama yang menjadi dasar dalam setiap aktivitas kerja. Melalui kepemimpinan yang kuat, manajemen risiko yang efektif, pembelajaran berkelanjutan, serta budaya 2BSafe, kami berkomitmen mewujudkan Zero Accident dan memastikan setiap pekerja dapat pulang dengan selamat setiap hari,” ujar Seger.

Ia menjelaskan, implementasi sistem keselamatan dijalankan melalui SAFE DRILL Framework, yang menjadi pedoman operasional perusahaan. Kerangka tersebut mencakup kepemimpinan keselamatan, kepatuhan terhadap regulasi, manajemen risiko, pemberdayaan pekerja, keunggulan operasional, perlindungan lingkungan, inovasi, serta pembelajaran dan perbaikan berkelanjutan.

Seger menambahkan, berbagai program terus dijalankan untuk meningkatkan kinerja keselamatan di lingkungan kerja. Menurutnya, setiap pemimpin di lapangan memiliki program K3 yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional masing-masing.

“Beberapa program digunakan supaya kinerja safety kita semakin baik. Dalam pengelolaan K3, leader juga memiliki program-program. Seperti pengadaan sarung tangan yang lebih mahal untuk keselamatan pekerja. Itu salah satu contohnya,” jelasnya.

Selain itu, perusahaan menerapkan manajemen risiko secara menyeluruh mulai dari identifikasi bahaya, penilaian risiko, hingga pengendalian dan evaluasi berkala. Penerapan tersebut didukung pemanfaatan teknologi, analisis data, serta inovasi berkelanjutan agar potensi bahaya dapat diantisipasi lebih dini.

Untuk meningkatkan kompetensi, tim K3 Indodrill juga mendapatkan pelatihan dari lembaga eksternal, termasuk pelatihan yang diselenggarakan di Australia. Selain pelatihan teknis keselamatan, pekerja turut dibekali berbagai kompetensi seperti investigasi insiden, manajemen risiko, tanggap darurat, hingga kepemimpinan keselamatan.

Pada aspek keberlanjutan, Indodrill mengaku aktif menjalankan berbagai program pelestarian lingkungan dengan menggunakan produk yang lebih ramah lingkungan serta melibatkan pihak ketiga dalam pengelolaannya. Perusahaan juga berkolaborasi dengan klien melalui kegiatan penanaman pohon dan pelestarian terumbu karang sebagai bagian dari komitmen terhadap aspek lingkungan.

Di bidang digitalisasi, Indodrill memanfaatkan sejumlah aplikasi untuk mendukung pengelolaan K3, mulai dari pencatatan dan pelaporan keselamatan, pemantauan temuan di lapangan, hingga pelaporan insiden dan tindak lanjut secara digital. Menurut Seger, pemanfaatan teknologi tersebut membuat proses pengawasan menjadi lebih cepat, akurat, dan transparan.

Melalui pemaparan tersebut, Indodrill menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya keselamatan berbasis inovasi, digitalisasi, dan keberlanjutan guna menciptakan operasional yang lebih aman sekaligus meningkatkan perlindungan bagi seluruh pekerja. ***(da)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here