First Indonesia Magazine- Indonesia Safety Excellence Award (ISEA) 2026 menggelar penjurian secara daring, Jumat (07/08). Mengusung tema “Advancing Predictive & Sustainable Safety in the Digital and Climate Era”, ajang ini menjadi wadah apresiasi bagi perusahaan yang memiliki keunggulan dalam kepemimpinan K3, inovasi, budaya keselamatan, transformasi digital, dan keberlanjutan.
Dalam sesi penjurian, PT Patra Jasa memaparkan penerapan Quality, Health, Safety and Environment (QHSE) untuk memperkuat budaya keselamatan di seluruh lingkungan operasional perusahaan. Paparan disampaikan Rizuli Akbar, Manager QHSE sekaligus Pjs. VP QHSE PT Patra Jasa.
Patra Jasa menerapkan sejumlah program safety leadership, di antaranya Management Walkthrough (MWT), observasi K3, QHSE Committee Meeting, Safety Stand Down (SSD), Learning From Event (LFE), serta evaluasi kinerja QHSE secara berkala. Keterlibatan manajemen tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan penerapan aspek keselamatan berjalan di unit operasi.
Dari sisi budaya K3, perusahaan mengembangkan program Safety Ownership yang mencakup MWT, inspeksi dan observasi, pelatihan HSE, pelaporan, serta hazard report. Pelaksanaan observasi dan pelaporan K3 juga telah didukung platform berbasis web yang memungkinkan data dipantau secara realtime.
Digitalisasi QHSE dilakukan melalui Patra Akuntabilitas yang mengintegrasikan proses pelaporan, monitoring, dan tindak lanjut temuan. Sistem ini dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas pelaporan, mengurangi potensi human error, serta mempermudah akses data melalui website maupun perangkat mobile.
Hingga 30 Juni 2026, Patra Jasa mencatat 12.561.946 man hours dengan total safe man hours sejak 1 Januari 2024 mencapai 61.958.833 jam. Pada periode tersebut, perusahaan mencatat LTIFR dan TRIR sebesar 0,00.
Selain K3, Patra Jasa juga mengintegrasikan aspek keberlanjutan melalui berbagai program ESG, termasuk mitigasi emisi gas rumah kaca melalui instalasi panel surya, pengelolaan limbah, efisiensi energi dan air, serta sejumlah inovasi lingkungan.
Penguatan sistem QHSE tersebut didukung berbagai sertifikasi dan penghargaan di bidang keselamatan, termasuk sertifikasi SMK3, ISO 45001:2018, ISO 14001:2015, serta penghargaan terkait budaya keselamatan dan fire safety. *** (da)





































