First Indonesia Magazine– Refinery Unit (RU) III Plaju memaparkan berbagai strategi penguatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam penjurian Indonesia Safety Excellence Award (ISEA) 2026 yang digelar secara daring, Selasa (31/7). Ajang bertema “Advancing Predictive & Sustainable Safety in the Digital and Climate Era” tersebut menyoroti komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan, inovasi, sistem manajemen terintegrasi, serta penerapan teknologi untuk mendukung keselamatan yang berkelanjutan.

Dalam presentasinya, RU III Plaju menjelaskan bahwa penerapan K3 dilakukan melalui sistem manajemen yang terintegrasi dengan prinsip Plan, Do, Check, Action (PDCA). Sistem tersebut mencakup aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, lingkungan, hingga kesiapsiagaan tanggap darurat.

“Secara umum, kebijakan ini berlangsung secara Plan to Check Action, supaya sirkulasi dan implementasinya berkesinambungan sehingga kemudian bisa dievaluasi terus untuk continual improvement,” ujar perwakilan RU III Plaju dalam sesi penjurian.

Penguatan budaya keselamatan juga dilakukan melalui keterlibatan langsung jajaran manajemen. RU III Plaju menjalankan sejumlah program seperti management walkthrough, safety patrol, management on duty, hingga kegiatan mindset and culture day. Program tersebut ditujukan untuk memastikan penerapan standar keselamatan berjalan hingga ke lini operasional.

“Manajemen turun di jam-jam kritis, jam 4, jam 5 dan jam 11 malam yang disesuaikan, untuk melihat apakah ada hal-hal yang menjadi highlight di jam-jam tersebut,” jelasnya.

Dari sisi pengelolaan risiko, RU III Plaju menerapkan risk register serta sejumlah metode identifikasi bahaya, termasuk Hazard Quantitative Risk Assessment dan Hazard Area Classification. Sistem tersebut diperbarui ketika terjadi perubahan proses bisnis maupun potensi bahaya dalam kegiatan operasional.

RU III Plaju juga memanfaatkan sistem digital untuk mendukung kepatuhan terhadap regulasi. Melalui aplikasi IRECOM, perusahaan melakukan pemantauan terhadap regulasi yang berlaku sehingga status kepatuhan dapat dipantau secara berkala. Selain itu, ribuan prosedur kerja yang diterapkan di lingkungan Pertamina juga dipastikan tetap diperbarui dan tidak berstatus kedaluwarsa.

Pendekatan keselamatan prediktif turut menjadi bagian dari strategi RU III Plaju. Perusahaan mengembangkan sistem pengamanan dan pengelolaan risiko yang tidak hanya berorientasi pada penanganan insiden, tetapi juga pada identifikasi potensi bahaya sebelum menimbulkan kecelakaan.

Komitmen tersebut berjalan beriringan dengan agenda keberlanjutan dan ESG. RU III Plaju menyampaikan target pengurangan emisi sebesar 32% pada 2030. Dalam implementasinya, RU III Plaju mencatat realisasi penurunan emisi CO2 yang mencapai sekitar 22% di atas target yang ditetapkan pada periode pengukuran yang disampaikan dalam presentasi.

Selain aspek keselamatan, RU III Plaju juga menekankan pentingnya keterlibatan pekerja dan mitra kerja. Perusahaan memberikan penghargaan bagi pekerja yang menunjukkan praktik keselamatan terbaik, sekaligus menerapkan konsekuensi bagi pelanggaran terhadap ketentuan K3.

Melalui berbagai program tersebut, RU III Plaju berupaya mempertahankan budaya keselamatan sekaligus mendorong transformasi menuju sistem K3 yang lebih prediktif, terintegrasi, dan berkelanjutan sesuai dengan tema ISEA 2026. *** (da)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here