First Indonesia Magazine – PT United Tractors Tbk memaparkan inovasi keselamatan kerja berbasis digital dan analisis prediktif dalam sesi penjurian Indonesia Safety Excellence Award (ISEA) 2026 yang digelar secara daring, Selasa (04/08).
Mengusung tema “Advancing Predictive & Sustainable Safety in the Digital and Climate Era”, ISEA 2026 menjadi wadah apresiasi bagi perusahaan yang menunjukkan keunggulan dalam kepemimpinan K3, inovasi, budaya keselamatan, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan tantangan masa depan.
Dalam penjurian tersebut, United Tractors mempresentasikan program PROSAFE (Predictive Risk and Operational Safety Analytics for Excellence), sebuah inovasi yang mengintegrasikan digitalisasi, analisis prediktif, dan budaya keselamatan untuk menekan risiko kecelakaan, khususnya pada aktivitas operasional dengan tingkat mobilitas tinggi.
Erika Pratiwi Darmanto, Environment Health & Safety (EHS) Department Head United Tractors selaku project leader, menjelaskan bahwa tingginya mobilitas mekanik dan aktivitas operasional membuat perusahaan perlu mengembangkan sistem keselamatan yang tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga mampu mengidentifikasi potensi risiko sebelum terjadi insiden.
“Program ini merupakan inovasi kami dalam mengintegrasikan digitalisasi, analisis prediksi, dan juga budaya keselamatan kerja untuk menurunkan risiko kecelakaan, khususnya pada aktivitas operasional yang memiliki mobilitas sangat tinggi,” ujar Erika dalam sesi penjurian.
Menurut Erika, perkembangan bisnis dan meningkatnya mobilisasi unit, mekanik, serta aktivitas lapangan membuat keselamatan kerja harus menjadi bagian yang melekat dalam operasional bisnis. Kondisi tersebut juga mendorong perusahaan beralih dari pendekatan reaktif menuju sistem keselamatan yang lebih prediktif.
Sementara itu, Andri yang turut memaparkan program tersebut menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama adalah semakin luasnya area jelajah mekanik ketika memberikan layanan kepada pelanggan. Selain itu, rute perjalanan yang berubah-ubah membuat pengawasan terhadap aktivitas berkendara menjadi semakin kompleks.
Untuk menjawab tantangan tersebut, United Tractors mengembangkan sejumlah sistem digital, di antaranya MAWAS (Managing and Watching System) dan EHS Pantau. MAWAS memanfaatkan driving monitoring system, command center, serta teknologi artificial intelligence (AI) untuk mendeteksi perilaku berkendara yang tidak aman.
Dalam sistem tersebut, temuan dari smart camera terlebih dahulu diverifikasi oleh tim command center. Kamera juga dapat memberikan peringatan langsung kepada pengemudi melalui sistem alert di dalam kabin. Jika ditemukan pelanggaran, tim dapat melakukan intervensi melalui komunikasi langsung dengan pengemudi.
“Gap finding ataupun proses mendapatkan unsafe behavior ini didapatkan oleh fungsi AI yang sudah ada di dalam driving monitoring system. Kemudian tim command center melakukan validasi atas temuan yang didapatkan oleh smart camera kami,” jelas Andri.
Temuan yang telah terverifikasi selanjutnya dimasukkan ke dalam sistem tiket untuk ditindaklanjuti oleh safety driving committee melalui coaching, counseling, maupun investigasi apabila terdapat pelanggaran terhadap golden rules.
Selain MAWAS, United Tractors juga mengembangkan EHS Pantau untuk mencatat hasil inspeksi dan work observation. Sistem ini digunakan untuk mengidentifikasi unsafe act dan unsafe condition serta mendukung penerapan behavior-based safety pada sejumlah aktivitas, termasuk preventive maintenance, troubleshooting, dan driving.
Hingga Juni 2026, perusahaan mencatat assessment behavior-based safety telah dilakukan lebih dari 30.000 kali, sementara peserta safety mandatory training mencapai lebih dari 900 orang. Temuan unsafe act yang dilaporkan juga telah mencapai lebih dari 8.000 temuan. Sistem MAWAS telah terpasang pada 254 kamera, dengan 128 temuan yang telah diperoleh dan ditindaklanjuti.
Dari implementasi tersebut, United Tractors mencatat zero fatality bagi karyawan hingga Juni 2026. Sementara itu, angka LTIFR tercatat masih berada pada level 0, sejalan dengan target sustainability aspiration 2030 perusahaan.
Dalam sesi pendalaman, Dewan Juri turut menyoroti bagaimana perusahaan mengolah data dari berbagai sistem digital tersebut agar dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dan penyusunan program keselamatan.
Menanggapi hal tersebut, Andri menjelaskan bahwa data dari MAWAS diolah oleh tim command center secara berkala dan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan rekomendasi perbaikan. Data yang ditemukan AI terlebih dahulu diverifikasi oleh manusia sebelum digunakan sebagai dasar tindakan.
“Temuan yang telah diverifikasi, ditemukan oleh AI dan diverifikasi oleh agent kami, menjadi bagian dari gambaran gap yang memang harus di-improve. Output dari data tersebut adalah rekomendasi yang harus dilakukan oleh human untuk meningkatkan human aspect,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengolahan data pada EHS Pantau masih dilakukan secara manual karena perusahaan masih perlu memastikan validitas data serta kesesuaiannya dengan regulasi K3 sebelum mengembangkan pemanfaatan AI lebih lanjut.
Melalui PROSAFE, United Tractors menargetkan penguatan predictive safety risk management dengan mengombinasikan teknologi, inovasi, dan peran manusia. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mencapai target keselamatan dan sustainability aspiration 2030. *** (da)





































