First Indonesia Magazine- Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) menyoroti krisis kepercayaan publik serta pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai tantangan utama profesi humas saat ini. Isu tersebut menjadi fokus dalam rangkaian Konvensi Humas Indonesia (KHI) 2026 yang akan digelar di Surakarta pada Oktober mendatang.
Ketua Umum Perhumas Boy Kelana Soebroto menegaskan bahwa praktisi humas kini tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga penjaga kepercayaan publik di tengah maraknya disinformasi yang dipicu perkembangan teknologi AI. Karena itu, Perhumas mendorong penguatan kompetensi dan etika komunikasi agar pemanfaatan AI tetap bertanggung jawab.
Melalui KHI 2026, Perhumas berharap forum tersebut menjadi wadah kolaborasi bagi praktisi humas, pemerintah, akademisi, dan pelaku industri untuk merumuskan praktik komunikasi publik yang adaptif terhadap transformasi digital, namun tetap menjunjung tinggi integritas dan kredibilitas informasi.*** (da)





































