FirstIndonesiaMagz.id– PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mengikuti sesi wawancara penjurian Indonesia Sustainability Award 2026 dengan memaparkan berbagai strategi dan implementasi keberlanjutan perusahaan yang berfokus pada pemberdayaan perempuan prasejahtera, penguatan ESG, hingga tata kelola iklim perusahaan.
Dalam kesempatan tersebut, paparan disampaikan oleh Razaq Manan Ahmad selaku EVP Pengembangan dan Jasa Manajemen. Turut hadir mendampingi, yakni Cut Ria Dewanti selaku Kepala Divisi Jasa Manajemen dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, Ratih Khairunnisa selaku Officer Jasa Manajemen dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, serta Andhika Priyandanu selaku Officer Sekretariat Perusahaan.
Dalam presentasinya, Razaq Manan Ahmad menegaskan bahwa PNM tidak hanya berorientasi pada pembiayaan, tetapi juga menghadirkan pemberdayaan berkelanjutan bagi masyarakat ultra mikro dan mikro di Indonesia.
“PNM secara konsisten memberikan tiga jenis modal kepada nasabah, yaitu modal finansial, modal sosial, dan modal intelektual. Ketiganya menjadi fondasi utama dalam menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat,” ujar Razaq dalam sesi penjurian.
PNM melalui layanan PNM Mekaar diketahui memberikan pembiayaan berbasis kelompok bagi perempuan prasejahtera tanpa jaminan dengan nilai pembiayaan mulai Rp2 juta hingga Rp10 juta. Program tersebut juga disertai pembiasaan budaya menabung, peningkatan gotong royong, hingga penguatan disiplin usaha.
Sementara itu, layanan PNM ULaMM hadir sebagai pembiayaan lanjutan bagi pelaku usaha mikro kecil untuk meningkatkan kapasitas bisnis UMKM. Program tersebut tidak hanya memberikan pembiayaan produktif, tetapi juga pendampingan dan pelatihan usaha secara berkelanjutan.
Hingga 2025, jaringan layanan PNM telah menjangkau 36 provinsi, 452 kabupaten/kota, dan 3.114 kecamatan melalui 58 kantor cabang, 620 unit ULaMM, serta 3.977 unit Mekaar. PNM juga didukung 60.677 tenaga pendamping yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
“Pemberdayaan menjadi inti bisnis PNM. Karena itu kami memastikan pembiayaan berjalan beriringan dengan pelatihan, pendampingan, serta penguatan kapasitas usaha nasabah,” kata Razaq.
Dalam aspek sosial, PNM memaparkan berbagai program pemberdayaan seperti PKM Bermakna, PKU Akbar, Kampung Madani, hingga Ruang Pintar. Perusahaan juga aktif menjalankan program literasi keuangan, literasi digital, pengembangan kewirausahaan, hingga pendidikan vokasi bagi masyarakat dan nasabah.
PNM juga menunjukkan komitmennya terhadap isu inklusi sosial dan kesetaraan gender. Seluruh penerima manfaat Orange Bond PNM merupakan perempuan, sekaligus menjadikan PNM sebagai penerbit Orange Bond pertama di Indonesia dan Orange Sukuk pertama di dunia.
Selain itu, PNM turut memberdayakan penyandang disabilitas melalui berbagai program sosial dan pengembangan ekonomi. Perusahaan tercatat melibatkan 42 karyawan penyandang disabilitas di lingkungan PNM Group serta memberdayakan 465 penyandang disabilitas melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Di bidang lingkungan, PNM memaparkan berbagai langkah dekarbonisasi dan tata kelola iklim perusahaan. Salah satunya melalui digitalisasi proses pembiayaan Mekaar yang berhasil menghemat jutaan lembar kertas setiap tahun. Pada 2025, penghematan mencapai 13.482.706 lembar kertas atau setara penyelamatan sekitar 1.580 pohon akasia.
PNM juga telah menjalankan berbagai inisiatif lingkungan seperti penanaman 86.936 batang pohon di 31 lokasi, pengelolaan sampah melalui 56 unit bank sampah, pengembangan energi terbarukan, hingga pelatihan penerapan teknologi ramah lingkungan bagi nasabah Mekaar.
“Keberlanjutan bagi PNM bukan sekadar kepatuhan, tetapi menjadi strategi bisnis jangka panjang untuk memastikan dampak sosial, lingkungan, dan ekonomi dapat berjalan secara seimbang,” jelas Razaq.
Dalam aspek tata kelola, PNM menegaskan telah memiliki berbagai kebijakan ESG dan keberlanjutan yang mencakup tata kelola, manajemen risiko, monitoring, hingga pelaporan keberlanjutan. Perusahaan juga memperkuat implementasi Respectful Workplace Policy, kebijakan HAM, sistem manajemen anti penyuapan, serta ISO 27001:2022 terkait keamanan informasi.
Melalui pemaparan tersebut, PNM menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem pemberdayaan ultra mikro yang berkelanjutan sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.
Sebagai penutup, Razaq Manan Ahmad menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan yang diberikan dewan juri dalam proses penjurian Indonesia Sustainability Award 2026.
“Terima kasih atas masukan-masukannya dari para dewan juri. Seluruh catatan dan saran yang diberikan sudah kami catat sebagai bahan evaluasi dan pengembangan ke depan. Semoga ke depannya PNM dapat menjadi lebih baik lagi, terutama dalam implementasi ESG di perusahaan,” tutup Razaq Manan Ahmad.





























