FirstIndonesiaMagz.id– Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia secara resmi telah mencapai swasembada beras. Pengumuman tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri puncak Perayaan Natal Nasional 2025 yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1).
Dalam sambutannya, Prabowo mengungkapkan kebanggaannya atas capaian strategis nasional tersebut. Ia menegaskan bahwa sejak 31 Desember 2025, Indonesia tidak lagi bergantung pada impor beras.
“Saudara-saudara, pada perayaan Natal ini, dengan penuh rasa bangga saya sampaikan bahwa sejak 31 Desember 2025, bangsa Indonesia telah mencapai swasembada beras,” ujar Prabowo di hadapan ribuan peserta perayaan.
Presiden menjelaskan, swasembada beras sebelumnya ditetapkan sebagai target strategis nasional yang direncanakan tercapai dalam waktu empat tahun. Namun, berkat kerja keras serta kolaborasi lintas sektor, target tersebut mampu diwujudkan hanya dalam satu tahun.
“Saya memberikan target kepada tim saya, kita harus swasembada beras dalam empat tahun. Itu target awal saya. Tetapi berkat kerja keras semua pihak, kita bisa mencapainya jauh lebih cepat,” katanya.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa sepanjang tahun 2025 Indonesia sama sekali tidak melakukan impor beras. Hal ini, menurutnya, menjadi bukti konkret bahwa produksi dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan nasional.
“Sepanjang tahun 2025, kita tidak mengimpor beras sama sekali. Target empat tahun, tetapi kita capai hanya dalam satu tahun,” tegasnya.
Tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan nasional, Prabowo juga mengklaim keberhasilan swasembada beras Indonesia memberikan pengaruh positif terhadap pasar global. Ia menyebut keputusan Indonesia menghentikan impor beras turut mendorong penurunan harga beras dunia.
“Kita tidak hanya membantu bangsa kita sendiri, tetapi juga membantu dunia. Karena Indonesia tidak lagi mengimpor beras, harga beras dunia turun cukup signifikan. Banyak negara yang menyampaikan terima kasih kepada kita,” ucap Prabowo.
Pemerintah, lanjut Prabowo, akan terus menjaga stabilitas produksi dan distribusi pangan agar kedaulatan pangan nasional dapat dipertahankan secara berkelanjutan.

































