First Indonesia Magazine- PT Cita Mineral Investindo Tbk (CMI) memaparkan strategi penurunan angka kecelakaan kerja melalui penguatan implementasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam ajang Indonesia Safety Excellence Award (ISEA) 2026 yang digelar secara daring, Selasa (24/7). Ajang bertema “Advancing Predictive & Sustainable Safety in the Digital and Climate Era” ini menjadi wadah apresiasi bagi perusahaan yang unggul dalam kepemimpinan K3, inovasi, budaya keselamatan, serta transformasi digital dan keberlanjutan.

Dalam sesi presentasi penjurian, CMI mengangkat tema “Penurunan Angka Kecelakaan Kerja di Area Operasional PT Cita Mineral Investindo Tbk Job Site Sandai melalui Penguatan Implementasi Program K3 secara Terstruktur.” Program tersebut disusun sebagai respons atas tingginya angka insiden yang pernah terjadi di area operasional perusahaan, termasuk satu kasus fatalitas pada 2022.

HSE Manager PT Cita Mineral Investindo Tbk, Doddy Patah Kristanto, menjelaskan bahwa perusahaan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyebab kecelakaan kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi kerja yang tidak aman, ketidakpatuhan terhadap prosedur, serta faktor perilaku menjadi penyebab dominan terjadinya insiden.

“Kami membangun sistem keselamatan yang lebih terstruktur agar risiko dapat dikendalikan secara berkelanjutan. Fokusnya tidak hanya pada kepatuhan terhadap prosedur, tetapi juga membentuk budaya keselamatan di seluruh lini operasional,” ujar Doddy

Untuk menekan angka kecelakaan, perusahaan menerapkan delapan program prioritas, di antaranya Golden Rules, sistem izin kerja (work permit), peningkatan disiplin keselamatan, penguatan pengawasan lapangan, program manajemen kelelahan (fatigue management), hingga pelatihan dan sertifikasi K3 bagi pekerja. Program-program tersebut diterapkan pada aktivitas berisiko tinggi, seperti pengangkutan material, pekerjaan di area lereng, pengoperasian alat berat, serta proses pencucian bauksit.

Implementasi berbagai program tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Perusahaan mencatat tren penurunan jumlah insiden dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, disertai capaian zero fatality dan zero lost time injury (LTI) hingga pertengahan 2026. Meski demikian, perusahaan menegaskan upaya peningkatan keselamatan akan terus dilakukan untuk memastikan tren tersebut tetap terjaga.

“Kami ingin memastikan standar keselamatan ini tidak hanya diterapkan di internal perusahaan, tetapi juga menjadi budaya kerja seluruh mitra dan kontraktor. Dengan demikian, operasional dapat berjalan produktif tanpa mengabaikan aspek keselamatan,” kata Doddy.

Melalui partisipasi dalam ISEA 2026, PT Cita Mineral Investindo berharap inovasi dan penguatan budaya K3 yang diterapkan dapat mendukung terciptanya operasional pertambangan yang lebih aman, berkelanjutan, serta selaras dengan tuntutan transformasi digital di industri pertambangan. *** (da)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here