FirstIndonesiaMagz.id– Pada Rabu (21/01), PT DSSP Power Sumsel telah mengikuti kegiatan wawancara penjurian Indonesia Fire Safety Excellence Award (IFSEA) 2026 yang diselenggarakan oleh Majalah First Indonesia bekerja sama dengan MPK2I (Masyarakat Profesi Keselamatan Kebakaran Indonesia) serta didukung oleh beberapa asosiasi keselamatan serta kementerian dan lembaga terkait, sebagai upaya mendorong penerapan sistem keselamatan kebakaran yang unggul dan berkelanjutan di berbagai sektor industri.
Indonesia Fire Safety Excellence Award (IFSEA) 2026 merupakan ajang apresiasi nasional yang dirancang sebagai platform pengakuan strategis bagi perusahaan dan institusi yang menunjukkan komitmen nyata dalam perlindungan aset, keselamatan jiwa, dan keberlangsungan bisnis melalui penerapan sistem keselamatan kebakaran yang unggul.
IFSEA 2026 tidak hanya berfokus pada aspek kepatuhan teknis, tetapi juga menempatkan fire safety sebagai bagian dari manajemen risiko perusahaan, business continuity, serta tata kelola organisasi yang bertanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, IFSEA 2026 menjadi wadah benchmarking nasional, pembelajaran praktik terbaik, serta kolaborasi antara dunia usaha, regulator, dan praktisi keselamatan kebakaran.
Dalam kegiatan IFSEA 2026 ini akan melalui beberapa tahap meliputi kegiatan penjurian dan penilaian dari para dewan juri serta tahap final-nya perolehan penghargaan.
Komitmen kuat terhadap keselamatan dan pencegahan kebakaran kembali ditunjukkan PT DSSP Power Sumsel dalam paparannya. Paparan resmi ini dibuka langsung oleh Awaludin Latif selaku Direktur PT DSSP Power Sumsel serta dihadiri oleh dewan juri Ir. Christofel P. Simanjuntak, M.Si., IPU dan Muhammad Dawaman. Selain itu, wawancara penjurian ini juga dihadiri oleh tim DSSP Power Sumsel Jaenudin Abdullah, M. Irvan Sihombing serta Wardomo Saputra.
Dalam pemaparannya di hadapan dewan juri, PT DSSP Power Sumsel menampilkan sistem proteksi kebakaran terintegrasi yang mencakup kebijakan manajemen, infrastruktur proteksi aktif dan pasif, kesiapsiagaan darurat, inovasi teknologi, hingga dampak sosial dan lingkungan.
”Bagi kami, fire safety bukan hanya soal kepatuhan, tetapi budaya. Seluruh kebijakan HSE diturunkan langsung ke praktik lapangan dan menjadi indikator kinerja seluruh pimpinan,” tegas Awaludin Latif dalam sambutan pembuka paparan.
PLTU DSSP Power Sumsel yang berlokasi di Provinsi Sumatera Selatan ini telah beroperasi secara komersial sejak 2016 dan didukung lebih dari 200 tenaga kerja lokal. Sejak awal, aspek Health, Safety, Environment (HSE) menjadi pilar utama operasional perusahaan, diperkuat dengan penerapan SMK3L terintegrasi ISO 45001 dan ISO 14001, serta berbagai kebijakan pendukung lainnya.
Sistem Proteksi Kebakaran Terintegrasi Berstandar Internasional
PT DSSP Power Sumsel memaparkan penerapan sistem proteksi kebakaran aktif yang lengkap, mulai dari fire detection & alarm system, APAR berbagai kelas, sprinkler dan deluge system, hydrant indoor–outdoor, hingga nitrogen suppression system di area coal bunker.
“Kami merancang sistem ini bukan hanya untuk memadamkan api, tetapi untuk mencegah eskalasi sejak detik pertama. Deteksi dini dan keandalan sistem menjadi fokus utama kami,” jelas tim HSE kepada dewan juri.
Paparan ini juga menyoroti dukungan fire pump listrik, diesel, jockey pump, reservoir khusus, serta armada fire truck dan portable pump, yang dikombinasikan dengan sistem proteksi pasif seperti fire compartment, fire door, jalur evakuasi, dan assembly point.
Perusahaan juga menerapkan prosedur tanggap darurat formal dengan struktur Emergency Response Team (ERT) di setiap departemen dan Incident Control Center (ICC) untuk kondisi darurat skala besar.
Sejumlah inovasi turut dipresentasikan, mulai dari uji performa berkala fire pump dan fire truck, pemanfaatan VR training simulator, pemasangan sprinkler di unit kritikal, hingga implementasi BAGUSI System, aplikasi digital pelaporan kondisi dan tindakan tidak aman secara real time
Selain penguatan internal, PT DSSP Power Sumsel juga aktif menjalankan program edukasi keselamatan bagi masyarakat, sekolah, dan kampus, serta berbagai program sosial seperti penanaman pohon, pengembangan UMKM, kelompok tani, dan program kesehatan masyarakat.
Melalui pemeliharaan sistem proteksi kebakaran, peningkatan kompetensi brigade, audit rutin, dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan, PT DSSP Power Sumsel terus memperkuat budaya keselamatan. Berbagai penghargaan seperti Zero Accident Award, SMK3 Golden Flag, Blue PROPER, dan sertifikasi ISO menjadi bukti konsistensi tersebut.
Pada sesi penutupan paparan, Awaludin Latifselaku Direktur PT DSSP Power Sumsel menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan wawancara penjurian IFSEA 2026 yang berjalan konstruktif dan penuh masukan.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada dewan juri atas kesempatan, masukan, dan diskusi yang sangat berharga dalam wawancara penjurian IFSEA 2026 ini. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang penting bagi kami untuk terus meningkatkan standar fire safety di PT DSSP Power Sumsel. Kami berharap dapat kembali bertemu dan berdiskusi lebih panjang dengan para dewan juri pada kegiatan awarding IFSEA 2026 mendatang,” ujar Awaludin Latif.





























