First Indonesia Magazine – PT JGC Indonesia mengikuti proses penjurian Indonesia Safety Excellence Award (ISEA) 2026 yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Senin (14/7). Ajang yang mengusung tema “Advancing Predictive & Sustainable Safety in the Digital and Climate Era” ini menjadi wadah apresiasi bagi perusahaan yang menunjukkan keunggulan dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) melalui kepemimpinan, inovasi, budaya keselamatan, serta kesiapan menghadapi transformasi digital dan tantangan perubahan iklim.

Dalam sesi presentasi, Haryo Setyo Nusantoro, QHSE Department Manager PT JGC Indonesia, memaparkan strategi perusahaan dalam mengintegrasikan aspek keselamatan, keberlanjutan, dan transformasi teknologi ke dalam operasional bisnis. Ia menjelaskan bahwa JGC saat ini memfokuskan bisnis pada pengembangan energi bersih dan proyek-proyek yang memberikan dampak lingkungan yang lebih rendah.

“Business core yang kami jalankan saat ini adalah energi bersih. Baik secara global maupun di Indonesia, JGC memilih bisnis yang memiliki dampak lingkungan rendah. Itulah yang menjadi fokus kami,” ujar Haryo.

Ia menambahkan bahwa salah satu proyek strategis perusahaan adalah Carbon Capture and Storage (CCS) yang menjadi proyek berskala besar sekaligus yang pertama di Indonesia. Selain itu, secara global JGC terus mengembangkan bisnis di bidang energy transition, sustainability, dan high-tech industry, sejalan dengan arah transformasi energi dunia. Informasi tersebut juga sejalan dengan profil perusahaan yang menempatkan energy transition, sustainability, dan high-tech industrial sebagai fokus bisnis utama.

Pada aspek budaya keselamatan, Haryo menjelaskan bahwa JGC telah menjalankan Safety Culture Journey selama beberapa tahun terakhir dengan melibatkan konsultan eksternal untuk memperkuat budaya keselamatan dan meminimalkan potensi insiden di lapangan.

“Tim HSE bukanlah pihak yang terpisah dari pekerja. Keselamatan merupakan bagian dari budaya kerja yang harus dimiliki oleh seluruh insan perusahaan,” katanya.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Safety Day yang melibatkan seluruh pekerja, serta penerapan 5 Principles of Basic Human Performance sebagai landasan dalam membangun perilaku kerja yang aman. Program-program tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Safety Culture Journey yang telah dikembangkan perusahaan.

Di bidang inovasi dan keberlanjutan, PT JGC Indonesia memperkuat pengelolaan lingkungan melalui kolaborasi dengan Waste4Change untuk memastikan pengelolaan sampah dilakukan secara bertanggung jawab. Perusahaan juga mengembangkan berbagai inisiatif digital guna meningkatkan keselamatan kerja.

“Kami memiliki AIGP untuk membantu mengurangi risiko, serta teknologi Predictive Fatigue Management yang memungkinkan tingkat kelelahan pekerja diukur melalui aplikasi. Sistem ini membantu memantau kondisi dan perilaku pekerja melalui asesmen digital sehingga potensi risiko dapat dideteksi lebih dini,” jelas Haryo.

Melalui berbagai inovasi tersebut, PT JGC Indonesia menunjukkan komitmennya dalam membangun sistem keselamatan yang prediktif, adaptif, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung terciptanya operasional yang aman di tengah percepatan transformasi digital dan transisi menuju industri yang lebih ramah lingkungan. *** (da)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here