Wawancara Penjurian Indonesia Sustainability Award 2026 PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero
Wawancara Penjurian Indonesia Sustainability Award 2026 PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero

FirstIndonesiaMagz.id– PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero mengikuti sesi wawancara penjurian Indonesia Sustainability Award (ISA) 2026. Dalam kesempatan tersebut, paparan dibuka oleh Muh. Sahli selaku Executive Vice President (EVP) Corporate Strategic and Sustainability, kemudian dilanjutkan oleh Tria Mutiari sebagai Vice President Sustainability. Turut hadir dalam sesi penjurian tersebut Safitri (Manager) dan Gian (Manager) yang mendukung penyampaian berbagai inisiatif keberlanjutan perusahaan.

Dalam paparannya, manajemen PT KAI menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekadar program pendukung, melainkan telah menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan. Muh. Sahli menyampaikan bahwa KAI saat ini berada dalam fase transformasi untuk memperkuat implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

“ESG telah menjadi salah satu dari empat sasaran strategis utama dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2025–2029. Kami ingin menghadirkan transportasi berkelanjutan yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memberikan nilai tambah bagi lingkungan dan pemangku kepentingan,” ujar Muh. Sahli.

Sebagai tulang punggung transportasi nasional, PT KAI saat ini mengoperasikan layanan perkeretaapian di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi dengan dukungan lebih dari 29 ribu sumber daya manusia, 627 stasiun, serta jaringan jalur aktif sepanjang lebih dari 6.000 kilometer. Perusahaan juga didukung oleh enam anak usaha yang memperkuat layanan transportasi, logistik, properti, wisata, bandara, dan commuter.

Tria Mutiari menjelaskan bahwa keberlanjutan telah terintegrasi dalam visi perusahaan, yaitu Driving Sustainable Transportation, Enhancing People’s Lives. Melalui visi tersebut, KAI tidak hanya fokus pada kinerja operasional dan finansial, tetapi juga menempatkan ESG sebagai salah satu sasaran strategis utama bersama operational excellence, customer loyalty, dan financial sustainability.

Untuk memastikan implementasi yang konsisten, KAI telah membangun kerangka kebijakan keberlanjutan yang mencakup kebijakan keberlanjutan perusahaan, pedoman implementasi ESG, komitmen terhadap hak asasi manusia, serta kebijakan pemangku kepentingan.

Selain itu, perusahaan juga memiliki roadmap ESG hingga tahun 2040 yang mencakup penguatan tata kelola keberlanjutan, peningkatan penggunaan energi terbarukan, pengembangan bangunan hijau, penguatan inklusivitas, hingga transformasi menuju sistem transportasi berbasis energi hijau secara menyeluruh.

Dalam aspek lingkungan, KAI menegaskan perannya sebagai moda transportasi massal rendah emisi yang mendukung target dekarbonisasi nasional. Berdasarkan data yang dipaparkan, sektor kereta api hanya menyumbang sekitar 1 persen emisi gas rumah kaca dari sektor transportasi nasional, jauh lebih rendah dibandingkan transportasi darat secara keseluruhan.

Tria Mutiari menjelaskan bahwa KAI telah menjalankan roadmap dekarbonisasi melalui empat strategi utama, yaitu eliminate, reduce, substitute, dan compensate.

“Kami tidak hanya menghitung emisi, tetapi juga menyiapkan langkah nyata untuk menguranginya melalui elektrifikasi perkeretaapian, efisiensi energi, penggunaan energi terbarukan, hingga program kompensasi karbon,” jelas Tria.

Implementasi strategi tersebut diwujudkan melalui berbagai program seperti penggunaan biodiesel B40, pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), sertifikasi bangunan hijau, serta program penanaman pohon. Hingga saat ini, perusahaan mencatat lebih dari 138 ribu pohon telah ditanam sebagai bagian dari upaya kompensasi emisi karbon.

KAI juga menetapkan tiga program dekarbonisasi utama periode 2025–2030, yaitu transisi menuju B50, konservasi dan kredit karbon, serta efisiensi listrik hingga 20 persen pada tahun 2030 dengan target total penurunan emisi sebesar 166.873 ton CO₂e.

Dalam kategori Sustainable Innovation Award, KAI memaparkan berbagai inovasi yang meningkatkan pengalaman pelanggan sekaligus mendukung keberlanjutan. Beberapa inovasi yang diperkenalkan antara lain Face Recognition Boarding Gate, Carbon Footprint pada tiket dan aplikasi Access by KAI, Female Seat Map, Drinking Water Station, hingga integrasi layanan transportasi berbasis digital.

Salah satu inovasi unggulan adalah penyajian informasi jejak karbon perjalanan langsung pada tiket dan aplikasi Access by KAI yang diluncurkan pada Desember 2024.

“Kami ingin mengubah data emisi menjadi informasi yang mudah dipahami pelanggan sehingga masyarakat dapat melihat dampak lingkungannya dan terdorong memilih moda transportasi yang lebih rendah karbon,” ungkap Tria Mutiari.

KAI juga mengembangkan Carbon Calculator yang memungkinkan pengguna menghitung emisi perjalanan serta menyediakan informasi carbon footprint untuk layanan angkutan barang.

Sementara itu, implementasi teknologi Face Recognition Boarding Gate telah digunakan oleh lebih dari 4,4 juta pelanggan hingga Mei 2025 dan berhasil menghemat penggunaan kertas boarding pass secara signifikan.

Pada aspek sosial, KAI menunjukkan komitmennya melalui berbagai program yang berfokus pada inklusivitas, keselamatan, kesejahteraan masyarakat, dan pemberdayaan ekonomi.

Perusahaan memberikan kesempatan kerja yang setara bagi penyandang disabilitas serta mendorong terciptanya lingkungan kerja yang inklusif dan menghargai keberagaman.

Di sisi pelanggan, KAI menghadirkan fitur Female Seat Map yang memungkinkan penumpang perempuan memilih kursi berdekatan dengan sesama perempuan sebagai upaya meningkatkan rasa aman dan nyaman selama perjalanan.

KAI juga menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dampaknya diukur menggunakan metode Social Return on Investment (SROI). Program MIKA Creative Space misalnya, menghasilkan rasio SROI sebesar 3,53; Program Go Green sebesar 3,01; dan Program Desa Binaan sebesar 2,10.

Selain itu, perusahaan memperkenalkan layanan KA Petani Pedagang, sebuah inovasi transportasi yang mendukung distribusi hasil pertanian dan perdagangan masyarakat dengan tarif terjangkau, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan dan memperluas akses pasar bagi petani.

Dalam aspek tata kelola, KAI menunjukkan peningkatan kinerja ESG yang signifikan. Berdasarkan penilaian S&P Global untuk industri Transportation and Transportation Infrastructure, skor ESG KAI meningkat menjadi 55 poin pada tahun 2025/2026, naik 14 poin dibandingkan tahun sebelumnya dan berada di atas rata-rata industri global.

Perusahaan juga memperkuat sistem tata kelola melalui pengembangan dashboard ESG, implementasi kebijakan hak asasi manusia, serta peluncuran website Whistleblowing System (WBS) yang dapat diakses publik sejak Desember 2024.

Partisipasi PT KAI dalam Indonesia Sustainability Award 2026 menjadi momentum penting untuk menunjukkan bagaimana perusahaan terus mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam strategi bisnis, inovasi layanan, dan pengelolaan operasional guna menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here