FirstIndonesiaMagz.id– PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) turut berpartisipasi dalam wawancara penjurian Indonesia Sustainability Award 2026 dengan memaparkan strategi dan implementasi ESG (Environmental, Social, Governance) dalam pengembangan kawasan industri modern dan berkelanjutan di Indonesia.
Paparan disampaikan oleh Muhammad Agung Gunawan selaku Kepala Divisi Risk Management & ESG, Hudi Prastiyono selaku Kepala Departemen Compliance, ESG, Policy & Procedure, serta Tanya Liwail Chamdy selaku Kepala Departemen Corporate Communication & CSR.
Dalam kesempatan tersebut, KITB menegaskan komitmennya untuk membangun kawasan industri yang cerdas, terintegrasi, dan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Membuka presentasi, Muhammad Agung Gunawan menjelaskan bahwa KITB mengusung visi menjadi “Kota Industri Cerdas, Terintegrasi dan Berkelanjutan untuk Menyukseskan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.”
“Kami ingin menghadirkan kawasan industri yang tidak hanya kompetitif secara bisnis, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan, kesejahteraan masyarakat, dan tata kelola yang baik,” ujar Agung.
Sebagai kawasan strategis nasional, KITB saat ini telah menarik berbagai tenant global dari sektor manufaktur, energi baru terbarukan, hingga industri kendaraan listrik.
Beberapa tenant strategis yang telah bergabung di kawasan Industropolis Batang antara lain:
- Industri kaca terbesar di Asia Tenggara asal Korea Selatan
- Produsen sepatu HOKA dan Converse dari Taiwan dengan potensi serapan tenaga kerja mencapai 12 ribu orang
- Produsen baterai kendaraan listrik asal China
- Produsen modul dan sel surya asal Amerika Serikat
“Kehadiran tenant global ini menunjukkan bahwa kawasan industri berkelanjutan memiliki daya tarik tinggi bagi investor internasional,” tambah Agung.
Dalam pemaparannya, Hudi Prastiyono menjelaskan bahwa implementasi ESG di KITB dilakukan secara terintegrasi melalui penguatan governance, pengelolaan risiko, hingga penyusunan roadmap keberlanjutan perusahaan.
“ESG bukan hanya program tambahan, tetapi telah menjadi bagian dari strategi bisnis dan pengelolaan risiko perusahaan,” jelas Hudi.
KITB telah membentuk fungsi ESG dedicated, menyusun pedoman strategi keberlanjutan, hingga mengintegrasikan ESG ke dalam seluruh proses bisnis perusahaan.
Selain itu, KITB mengembangkan sistem pengawasan berbasis digital melalui platform E-GRC yang terhubung dengan Holding PT Danareksa (Persero).
“Kami ingin memastikan pengelolaan governance, risk, dan compliance berjalan secara real time, transparan, dan terukur,” ujar Hudi.
Dalam aspek lingkungan, KITB memaparkan berbagai inovasi infrastruktur hijau dan teknologi ramah lingkungan yang diterapkan di kawasan Industropolis Batang.
Beberapa fasilitas unggulan yang telah dikembangkan antara lain:
- Instalasi Pengolahan Air Limbah EcoGreen kapasitas 18.000 m³/hari
- Instalasi Pengolahan Air Bersih kapasitas 285 liter/detik
- Reservoir air baku kapasitas 1 juta m³
- Penggunaan solar panel di berbagai fasilitas kawasan
- Lampu PJU berbasis tenaga surya
- Infrastruktur LNG dan energi gas bumi
- EV Vehicle dan EV Charging Station
Tanya Liwail Chamdy menjelaskan keberhasilan KITB dalam meraih sertifikasi Greenship Kawasan Platinum melalui pengembangan kawasan industri yang memperhatikan efisiensi energi, pengelolaan air, dan keberlanjutan lingkungan.
“Kami ingin kawasan industri ini menjadi benchmark green industrial estate di Indonesia,” ujar Tanya.
Selain itu, perusahaan menggunakan sistem SHIELD untuk mengidentifikasi calon tenant agar sejalan dengan visi keberlanjutan KITB.
Dalam aspek sosial, keberadaan KITB telah memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar, termasuk penciptaan lapangan kerja dan peningkatan ekonomi daerah.
“Kami ingin pertumbuhan kawasan industri juga dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat sekitar,” ujar Tanya.
KITB menjalankan berbagai program CSR di bidang:
- Pendidikan
- Lingkungan
- Kesehatan
- Pemberdayaan masyarakat
Beberapa program unggulan yang dijalankan antara lain:
- Pelatihan menjahit dan elektronika
- Program resiliensi industri masa depan
- Donor darah serentak
- Penanaman pohon pesisir Jawa Tengah
- Program peduli disabilitas
- Program pemberdayaan Batik Gringsing
- Gerakan bersih sampah Jawa Tengah Asri
KITB juga mencatat pertumbuhan kinerja bisnis yang positif sepanjang 2023–2025 dengan peningkatan pendapatan, laba usaha, dan laba komprehensif perusahaan.
Menutup sesi wawancara penjurian, Muhammad Agung Gunawan menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan dan insight yang diberikan oleh dewan juri kepada PT Kawasan Industri Terpadu Batang.
“Baik, terima kasih. Seluruh masukan dari para dewan juri sudah kami catat dengan baik dan tentunya menjadi pembelajaran penting bagi kami,” ujar Agung.
Ia menjelaskan bahwa salah satu poin utama yang menjadi perhatian perusahaan adalah penguatan pengukuran dan implementasi ESG secara lebih detail dan terukur.
“Poin penting yang kami catat adalah bahwa saat ini kami memang sedang dalam proses belajar melakukan perhitungan secara lebih komprehensif. Setelah seluruh perhitungan tersebut selesai kami lakukan, kami akan menyiapkan langkah-langkah lanjutan secara lebih matang,” tambah Agung.
Menurutnya, implementasi sustainability tidak dapat berhenti pada tataran konsep semata, tetapi harus diwujudkan melalui target, data, dan langkah implementasi yang detail.
“Karena sustainability tidak bisa hanya berhenti di level konsep, tetapi harus diterjemahkan secara detail ke dalam langkah nyata dan implementasi yang terukur,” tutupnya.
Ia juga menegaskan bahwa berbagai masukan yang diterima dalam sesi penjurian akan menjadi bagian dari proses improvement perusahaan dalam membangun kawasan industri berkelanjutan yang semakin kuat di masa mendatang.
Melalui penguatan ESG, pembangunan infrastruktur hijau, tata kelola yang kuat, serta pemberdayaan masyarakat, PT Kawasan Industri Terpadu Batang menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.





























