First Indonesia Magazine- PT Kerry Ingredients Indonesia memaparkan berbagai inovasi dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) saat mengikuti proses penjurian Indonesia Safety Excellence Award (ISEA) 2026 yang digelar secara daring pada Selasa (21/7). Ajang yang mengusung tema “Advancing Predictive & Sustainable Safety in the Digital and Climate Era” tersebut menjadi wadah apresiasi bagi perusahaan yang dinilai unggul dalam kepemimpinan K3, inovasi, budaya keselamatan, serta kesiapan menghadapi transformasi digital dan tantangan perubahan iklim.

Dalam presentasinya, EHS Lead PT Kerry Ingredients Indonesia, Raden Pradipta Nugroho, menjelaskan bahwa perusahaan membangun budaya keselamatan berdasarkan hasil pengukuran budaya K3 menggunakan metode DuPont dan NOSACQ-50. Hasil evaluasi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam program budaya yang terstruktur.

“Berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan, kami membuat culture program yang dibagi ke dalam enam pilar utama, yaitu Expectations, Education, Communication, Recognition, Success, dan Accountability sebagai panduan untuk mentransformasi budaya dan perilaku keselamatan di seluruh organisasi,” ujar Raden.

Ia menjelaskan, strategi pengelolaan K3 di Kerry Cikarang berlandaskan The Strategic House, yang menempatkan target EHS sebagai atap utama dan didukung fondasi sistem manajemen EHS, proses EHSMS, integrated program, serta management review.

“Di EHS Kerry Cikarang kami memiliki The Strategic House, di mana EHS Goal kami ibaratkan sebagai atap. Rumah ini mengintegrasikan seluruh sistem dan program yang ada sehingga mampu mendukung pencapaian target Zero Total Recordable Injury (TRI), Zero Work-Related Disease, Zero Environmental Pollution, sekaligus mewujudkan Kerry sebagai Best Ingredients Plant in Indonesia,” jelasnya.

Menurutnya, keberhasilan membangun budaya keselamatan tidak hanya ditentukan oleh sistem, tetapi juga kepemimpinan dan keterlibatan seluruh pekerja.

“Kami ingin menjadi best leader company dalam budaya K3. Human harus menjadi posisi yang paling vital dalam implementasi seluruh program safety yang dijalankan perusahaan,” katanya.

Untuk mewujudkan target tersebut, Kerry menjalankan action plan yang meliputi penetapan target dan ekspektasi EHS, penguatan tanggung jawab dan akuntabilitas, pelatihan K3, pemantauan leading dan lagging indicator, management Gemba Walk, benchmarking, best practice sharing, hingga pemberian apresiasi melalui program KUDOS & Recognition.

Raden menambahkan, kebijakan K3 perusahaan juga disusun dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk serikat pekerja.

“Kebijakan K3 kami diadaptasi dari berbagai stakeholder dan melibatkan serikat pekerja untuk menyampaikan pesan-pesan keselamatan sehingga implementasi K3 menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Komitmen tersebut membuahkan hasil melalui pencapaian Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dengan predikat Bendera Emas dan tingkat keberhasilan 97,59 persen. Selain itu, sistem manajemen Kerry Cikarang telah mengintegrasikan standar ISO 22000, ISO 14001, dan ISO 45001 sebagai bagian dari pengelolaan operasional perusahaan.

Dalam membangun budaya K3 sehari-hari, perusahaan secara konsisten menyelenggarakan safety moment pada setiap awal rapat maupun kegiatan perusahaan, seperti sebelum peringatan May Day, menjelang libur Idulfitri, maupun saat kegiatan engagement departemen.

“Kami selalu memulai meeting dengan safety moment sharing, baik sebelum May Day, menjelang libur Idulfitri maupun dalam berbagai department engagement agar budaya keselamatan menjadi kebiasaan seluruh karyawan,” ungkapnya.

Kerry juga menyelenggarakan EHS Festival 2026 dalam rangka Bulan K3 Nasional yang diisi berbagai kegiatan, mulai dari workshop, webinar, road safety, kompetisi video keluarga, fun walk, virtual run, hingga survei budaya keselamatan.

Dalam aspek digitalisasi, perusahaan memperkenalkan program Movie EHS Travaganza, yaitu media pembelajaran keselamatan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mengadopsi konsep film bioskop untuk meningkatkan minat belajar pekerja terhadap materi EHS.

Sementara itu, strategi Sustainable & Digitalization Safety Strategy Kerry dikembangkan melalui enam pilar utama, yakni penguatan kompetensi SDM dan kepemimpinan EHS, integrasi sistem tata kelola, transformasi budaya keselamatan, digitalisasi dan otomasi program EHS, benchmarking dengan industri terbaik, serta budaya perbaikan berkelanjutan melalui evaluasi rutin dan umpan balik.

Raden juga menjelaskan implementasi One Kerry Performance System (1KPS) sebagai kerangka kerja terpadu yang menyatukan people system, management system, dan operating system sehingga seluruh program EHS dapat dipantau dan dijalankan secara terintegrasi dengan pendekatan continuous improvement.

Selain itu, digitalisasi SMK3 dijalankan melalui platform INTELEX.

“Implementasi digitalisasi SMK3 kami menggunakan sistem online INTELEX yang mencakup kontrol dokumen, observasi, audit, inspeksi, investigasi kecelakaan, NCR, Continuous Improvement (CI), CAPA, evaluasi program, serta berbagai proses pengelolaan EHS lainnya sehingga monitoring dapat dilakukan secara lebih efektif dan terintegrasi,” tutupnya. *** (da)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here