Dokumentasi wawancara penjurian IFSEA 2026 PT Patra Jasa
Dokumentasi wawancara penjurian IFSEA 2026 PT Patra Jasa

FirstIndonesiaMagz.id– Pada Rabu (18/2), PT Patra Jasa telah mengikuti kegiatan wawancara penjurian Indonesia Fire Safety Excellence Award (IFSEA) 2026 yang diselenggarakan oleh Majalah First Indonesia bekerja sama dengan MPK2I (Masyarakat Profesi Keselamatan Kebakaran Indonesia) serta didukung oleh beberapa asosiasi keselamatan serta kementerian dan lembaga terkait, sebagai upaya mendorong penerapan sistem keselamatan kebakaran yang unggul dan berkelanjutan di berbagai sektor industri.

Indonesia Fire Safety Excellence Award (IFSEA) 2026 merupakan ajang apresiasi nasional yang dirancang sebagai platform pengakuan strategis bagi perusahaan dan institusi yang menunjukkan komitmen nyata dalam perlindungan aset, keselamatan jiwa, dan keberlangsungan bisnis melalui penerapan sistem keselamatan kebakaran yang unggul.

IFSEA 2026 tidak hanya berfokus pada aspek kepatuhan teknis, tetapi juga menempatkan fire safety sebagai bagian dari manajemen risiko perusahaan, business continuity, serta tata kelola organisasi yang bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, IFSEA 2026 menjadi wadah benchmarking nasional, pembelajaran praktik terbaik, serta kolaborasi antara dunia usaha, regulator, dan praktisi keselamatan kebakaran.

Dalam kegiatan IFSEA 2026 ini akan melalui beberapa tahap meliputi kegiatan penjurian dan penilaian dari para dewan juri serta tahap final-nya perolehan penghargaan.

PT Patra Jasa memaparkan implementasi sistem keselamatan kebakaran yang teritegrasi. Paparan dibuka oleh Ray SM Daulay selaku Direktur Utama, dan dilanjutkan oleh Rizuli Akbar selaku Pjs VP QHSE serta didampingi oleh Muhammad Nurwahid selaku Pjs HSE Manager dan tim QHSE PT Patra Jasa. Sesi penjurian dihadiri oleh Dr. Ir. Supandi Syarwan, CIRM, Fadryanto, A.Md, ST, dan Amri Cahyono, ST, MM selaku juri.

Dalam sambutannya, Ray SM Daulay menegaskan bahwa keselamatan kebakaran merupakan bagian strategis dari tata kelola perusahaan, khususnya di sektor properti dan hospitality yang memiliki tingkat okupansi tinggi.

“Keselamatan kebakaran bukan hanya kewajiban regulasi, tetapi bentuk tanggung jawab kami dalam melindungi tamu, pekerja, dan aset perusahaan. Manajemen berkomitmen memastikan seluruh unit operasi memiliki sistem proteksi kebakaran yang andal dan siap digunakan setiap saat,” jelas Ray.

Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan, manajemen Patra Jasa aktif terlibat dalam kegiatan Safety Stand Down (SSD) dan Learning From Event terhadap setiap insiden kebakaran yang terjadi di lingkungan Pertamina Group maupun industri sejenis. Hal ini menjadi bagian dari upaya perbaikan sistem dan penguatan budaya keselamatan.

Dari sisi pengalokasian sumber daya, perusahaan telah menganggarkan pemeliharaan dan pengujian berkala sistem proteksi kebakaran, pelaksanaan simulasi keadaan darurat, sertifikasi kompetensi personel, hingga investasi peremajaan sistem fire alarm, hydrant, sprinkler, dan pompa kebakaran di berbagai unit operasi.

Rizuli Akbar menjelaskan bahwa seluruh sistem proteksi kebakaran di unit Patra Jasa telah memenuhi standar teknis dan regulasi, dibuktikan dengan Sertifikat Keselamatan Kebakaran (SKK), Sertifikat Laik Operasi (SLO), Sertifikat Laik Fungsi (SLF), serta riksa uji dari otoritas berwenang dan evaluasi independen.

Selain itu, Patra Jasa juga mengikuti Fire Emergency Risk Readiness Assessment Tools (FERRAT) yang diterapkan di lingkungan Pertamina. Dalam dua tahun terakhir, skor verifikasi FERRAT menunjukkan peningkatan signifikan pada tiga elemen utama, yaitu Basic Design & Philosophy, Fire & Gas Detection and Emergency Response Resources Adequacy, serta Existing Fire & Emergency Response Resources Readiness.

“Peningkatan skor FERRAT menunjukkan bahwa perbaikan prosedur, pelatihan tim tanggap darurat, serta pembaruan sistem proteksi kebakaran berjalan efektif. Evaluasi ini menjadi cermin kesiapan kami dalam menghadapi potensi kebakaran,” jelas Rizuli Akbar.

Dalam pengelolaan risiko, Patra Jasa menerapkan HIRADC dan Fire Risk Assessment (FRA) yang menjadi dasar penyusunan Pre Incident Planning. Evaluasi dilakukan minimal satu kali dalam setahun. Kebakaran bahkan masuk dalam dua besar risiko operasional perusahaan, sehingga menjadi fokus utama manajemen.

Pencegahan dilakukan melalui prosedur pemeliharaan aset, pengawasan pekerjaan berisiko (termasuk hot work permit), hingga penguatan akuntabilitas QHSE dalam inspeksi rutin.

“Kami memastikan seluruh pekerjaan berisiko kebakaran diawasi melalui sistem izin kerja aman dan inspeksi berkala. Pencegahan menjadi kunci agar insiden tidak terjadi,” lanjutnya.

Struktur organisasi keadaan darurat di Patra Jasa terdiri dari Executive Support Team, Crisis Management Team, Incident Management Team, hingga Site Emergency Response Team dengan eskalasi berdasarkan tingkat keparahan kejadian.

Dari sisi kompetensi, perusahaan memiliki personel bersertifikat seperti Fire Safety Manager (BNSP), Ahli K3 Kebakaran Kelas D (Kemnaker), Fireman Level II, Petugas P3K, hingga Investigator Insiden. Simulasi keadaan darurat dilaksanakan rutin di seluruh unit operasi sepanjang 2025–2026.

Sebagai bagian dari peningkatan berkelanjutan, Patra Jasa mengembangkan inovasi E-Inspection Fire Protection System, yakni digitalisasi inspeksi sistem proteksi kebakaran berbasis web. Sistem ini memungkinkan pemantauan kondisi aktual dan tingkat kesiapan peralatan seperti APAR dan hydrant secara real time.

“Digitalisasi inspeksi membuat proses monitoring lebih transparan dan responsif. Manajemen dapat melihat readiness peralatan secara langsung sehingga potensi ketidaksiapan dapat segera ditindaklanjuti,” tambah Rizuli Akbar.

Melalui penguatan kebijakan manajemen, peningkatan infrastruktur proteksi, manajemen risiko terintegrasi, pengembangan kompetensi personel, serta inovasi berbasis digital, PT Patra Jasa menunjukkan komitmennya dalam membangun sistem keselamatan kebakaran yang berkelanjutan dan adaptif terhadap dinamika risiko di sektor properti dan hospitality.

Sebagai penutup sesi penjurian, Ray SM Daulay, Direktur Utama PT Patra Jasa, menyampaikan apresiasi atas kesempatan dan masukan yang diberikan dewan juri.

“Terima kasih atas waktu yang telah diberikan kepada kami dalam proses penjurian ini. Seluruh masukan dan saran dari dewan juri telah kami catat dengan baik sebagai bahan evaluasi dan penyegaran (refresh) untuk perbaikan sistem kami ke depan,” ujar Ray SM Daulay.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here